oknum-anggota-brimob-tembak-warga
BATAM (RIAUPOS.CO) – Aksi penembakan yang memakan korban kembali terjadi. Kali ini dilakukan oknum anggota Brimob Kompi Batalyon A Pelopor Satbrimobda Kepri. Ia nekat menembak Rijal Zukus Mustakim di Kompleks Baloi Ditpam, Ahad (2/2) pagi. Propam Polda Kepri langsung bergerak dengan mengamankan Bharada Ferzi Eri Syahfitri, pelaku penembakan.
Akibat tembakan tersebut, Rijal mengalami luka di bagian tangan dan jari. Korban kemudian dievakuasi ke RS Awal Bros. Saat mengamankan pelaku, polisi menyita sepucuk pistol jenis HS-9 dengan nomor Senpi H175044, kemudian 10 butir amunisi kaliber 9 mm milik Ferzi.
“Benar, kejadian itu sudah ditangani Propam,” ujar Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhart seperti dikutip Batam Pos (Jawa Pos Group), Rabu (5/2).
Kejadian itu bermula dari kekesalan Ferzi terhadap Rijal. Ferzi yang berada di kediamannya di Asrama Polisi Polresta Barelang Blok G Nomor 2, menegur korban. Saat itu, korban tengah mengantar rekan wanitanya ke kosan dengan menggunakan sepeda motor sekitar pukul 03.30 WIB.
“Saat anggota menegur, korban menggeber sepeda motornya. Kemudian, korban melaju kencang dan anggota melepaskan tembakan,” kata Harry.
Pantauan Batam Pos di lokasi penembakan, tampak dijaga beberapa anggota polisi. Sementara, warga setempat enggan berkomentar dengan kejadian ini.
Sumber: Batampos.co.id
Editor: E Sulaiman
Pemko Pekanbaru mewajibkan seluruh provider internet ikut menata kabel fiber optic ilegal. Penertiban dilakukan bertahap…
Seorang penyelam di Inhil diduga tenggelam setelah kompresor udara mati saat evakuasi kapal. Tim gabungan…
Restorasi mangrove Teluk Pambang di Bengkalis selama lima tahun membuahkan hasil. Kawasan kini pulih, menarik…
Pemko Pekanbaru menyiapkan pembinaan, penyuluhan, dan penindakan untuk mencegah LGBT dengan melibatkan Satpol PP, mubalig,…
Pemprov Riau mempercepat perbaikan jalan provinsi di Rokan Hulu. Sejumlah ruas telah kembali fungsional, sementara…
Polres Siak menetapkan Kadishub Junaidi sebagai tersangka OTT terkait program kapal gratis. Penyidik masih mendalami…