PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Pandemi Covid-19 belum ada tanda-tanda kapan akan berakhir. Bidang pendidikan pun terganggu. Aktivitas belajar mengajar tatap muka tak lagi ada dan para siswa tak lagi merasakan berinteraksi dengan teman-teman mereka di sekolah karena hanya menjalani belajar secara daring.
Akibatnya, kebosanan siswa pun muncul. Apalagi, mereka tak bisa bermain bebas di luar karena khawatir terpapar Covid-19. Untuk mengusir kejenuhan para siswa ini maka PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan PT Asia Pacific Rayon (APR) menyalurkan 607 paket buku melalui empat sekolah di Kabupaten Pelalawan.
Empat sekolah tersebut di antaranya, SDN 001, SDN 004 Desa Pelalawan, SDN 012 Desa Lalang Kabung dan SDN 006 Desa Sering. Kepala Sekolah SDN 012 Desa Lalang Kabung, Aprilyanti mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh perusahaan. Menurutnya, paket buku ini membantu meningkat minat baca siswa sejak dini sehingga dapat memperluas pengetahuan dan imajinasi siswa apalagi di masa pandemi seperti ini.
"Mewarnai dan membaca dapat menjadi latihan bagi anak untuk mempersiapkan diri belajar di sekolah. Kegiatan membaca dan mewarnai ini juga sebagai upaya mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19," kata April, Selasa (3/11).
Head Community Development (CD) RAPP, BR Binahidra Logiardi mengatakan kegiatan ini bertujuan menghibur sekaligus mendidik anak-anak saat belajar di rumah karena wabah Covid-19. "Kami memberikan dua jenis paket buku yang berbeda. Untuk kelas 1-3 buku mewarnai beserta krayon. Sedangkan kelas 4-6 buku cerita beserta alat tulis," jelasnya.
Ia menambahkan mewarnai dan membaca buku cerita merupakan salah satu kegiatan yang paling digemari anak-anak. Selain menyenangkan, mewarnai dapat menjadi kegiatan untuk mengekspresikan diri dan merangsang kreativitas.
Binahidra menambahkan program ini sebagai upaya komitmen terhadap tujuan pembangunan keberlanjutan atau Sistainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan oleh PBB pada nomor 4, yakni pendidikan yang bermutu (quality education).(rio)
JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.
Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.
Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…
PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…
Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…
Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…