Categories: Nasional

Jasad Penumpang KMP Yunicee hingga Jembrana

CILIMANUK (RIAUPOS.CO)   – Tim gabungan search and rescue (SAR) yang menyisir lokasi tenggelamnya kapal motor penumpang (KMP) Yunicee mendapat temuan baru. Yakni, jasad laki-laki yang identik dengan penumpang kapal nahas tersebut. Jenazah itu ditemukan pada pukul 08.42 Wita di perairan Cekik, Jembrana, Bali.

Awalnya, jasad tersebut sudah tidak bisa dikenali secara visual ketika kali pertama ditemukan. Namun, sidik jari masih bisa terbaca oleh mobile automated multi-biometric identification system (MAMBIS). Berdasar data antemortem dan postmortem yang diterima di posko SAR gabungan di Gilimanuk, jasad itu cocok dengan Miftahol Arifin, penumpang KMP Yunicee asal Sumenep kelahiran 30 Januari 1977.

Gede Darmada, kepala kantor Basarnas Bali sekaligus SAR mission coordinator (SMC) pencarian KMP Yunicee, menjelaskan bahwa kecocokan itu juga diketahui dari ciri-ciri Miftahol yang giginya ompong di depan bagian atas. Juga, celana pendek yang dipakai korban saat menumpang KMP Yunicee. ”Korban termasuk dalam data manifes KMP Yunicee,” kata Gede, Sabtu (3/7).

Dia menuturkan, jenazah itu ditemukan tim SAR yang melakukan penyisiran dengan speedboat polair. Dalam pencarian tersebut, tim menemukan jasad yang terapung dengan ciri-ciri jenis kelamin laki-laki serta memakai kemeja hitam, celana pendek cokelat, dan sepatu biru. Setiba di Teluk Gilimanuk, jenazah itu langsung dibawa ke RSU Negara. Hingga kemarin, jasad tersebut berada di sana.

Gede menyatakan, kemarin pagi tim SAR gabungan kembali melanjutkan operasi SAR pencarian korban kapal yang tenggelam di perairan Pelabuhan Gilimanuk pada 29 Juni lalu tersebut. KRI Rigel-933, kata dia, kembali dikerahkan menuju lokasi yang diduga menjadi titik keberadaan KMP Yunicee di bawah laut. Selain itu, pembagian search area kepada setiap unsur SAR telah dilakukan sesuai dengan perhitungan arah arus.

Sebelumnya, Badan Nasional SAR (Basarnas) merilis jumlah seluruh korban tenggelamnya KMP Yunicee. Yaitu, 51 korban selamat, 7 korban meninggal, dan 18 korban belum ditemukan. Total, ada 76 orang yang tercatat berada di kapal. Meliputi penumpang yang terdaftar dalam manifes, awak kapal, dan korban lain yang tidak tercatat di manifes.(tyo/c14/oni/jpg)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Pemkab Rohul Ajukan Percepatan Jadwal Terbang JCH ke Batam, Ini Alasannya

Pemkab Rohul usulkan percepatan jadwal penerbangan JCH ke Batam demi efisiensi waktu dan kenyamanan jamaah…

1 hari ago

Kuansing Bersiap Jadi Tuan Rumah, 819 Peserta Ramaikan MTQ Riau

Sebanyak 819 peserta siap ikut MTQ Riau 2026 di Kuansing. Persiapan venue, penginapan, dan kawasan…

2 hari ago

Jalan Amblas Depan Kantor Gubernur Riau Langsung Diperbaiki, PUPR Bergerak Cepat

PUPR Riau cepat perbaiki jalan amblas di Sudirman Pekanbaru. Enam ruas jalan sudah dibenahi, tiga…

2 hari ago

Menjamur di Jalan Protokol, Bangunan Liar di Pekanbaru Segera Dibongkar

Bangunan liar menjamur di jalan protokol Pekanbaru. Satpol PP segera lakukan penertiban karena ganggu drainase…

2 hari ago

Wako Pekanbaru Turun Tangan, Drainase dan Sampah Jadi Fokus Utama Atasi Banjir

Wako Pekanbaru tinjau titik banjir dan temukan masalah drainase serta sampah. Pemko siap lakukan revitalisasi…

2 hari ago

Pembelian Pertalite Tak Lagi Pakai Rekomendasi Desa, SPBU Inhu Dorong XStar

SPBU Inhu dorong penggunaan aplikasi XStar untuk BBM subsidi. Warga mengeluh, harga Pertalite di pelosok…

2 hari ago