Categories: Nasional

Hoaks Jual Beli Darah Pendonor

(RIAUPOS.CO) — Ini adalah hasutan lama yang masih saja beredar dan meresahkan. Informasi itu berkaitan dengan perlakuan terhadap darah yang didonorkan. Katanya, telah terjadi jual beli darah oleh mafia darah. ”Di saat kita donor darah dengan sukarela dan gratis. Lantas kenapa darah kita diperjualbelikan dengan mahal,” begitu tulisan di atas foto kantong darah yang marak beredar.
Salah satu yang mengunggah foto itu adalah pemilik akun Facebook Hartono Gian Gabriel (fb.com/hartono.gabriel). ”Padahal dulu saya rajin melakukan donor darah demi kemanusiaan, saya berikan darah saya gratis tanpa biaya, lalu kenapa kenyataan dilapangan malah diperjual belikan?,” tulis Hartono pada 28 Juni 2019.
Kepala Bagian Pelayanan Donor PMI Kota Surabaya dr Martono Adi membantah adanya jual beli darah sebagaimana informasi yang beredar. ”Nggak ada, hoaks itu. Semua ada juklaknya. Mungkin, yang dimaksud BPPD,” katanya.
Dia menuturkan, BPPD merupakan biaya pengganti pengolahan darah. Fungsinya mengecek apakah darah yang disumbangkan terjangkit hepatitis B, hepatitis C, HIV/AIDS, atau sifilis. ”Jadi, bukan darahnya. Tapi, biaya pengolahan agar aman ditransfusikan ke pasien,” tambahnya.(jpg)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tak Hanya Ritel Modern, DPRD Minta Parkir RS Juga Gratis

DPRD Pekanbaru mendorong Pemko menggratiskan parkir rumah sakit. Parkir dinilai memberatkan keluarga pasien dan perlu…

3 jam ago

Direvitalisasi, Rumah Singgah Tuan Kadi Kini Diperkaya Koleksi Bersejarah

Revitalisasi Rumah Singgah Tuan Kadi terus berjalan tanpa mengubah struktur bangunan. Koleksi vintage ditambah untuk…

3 jam ago

Video Diduga Pesta Waria di THM Viral, DPRD Desak Tindakan Tegas

Video diduga pesta waria di THM Pekanbaru viral. Komisi I DPRD mendesak Pemko dan polisi…

4 jam ago

Aspal Terakhir 1992, Jalan Poros di Kecamatan Bantan Pulau Bengkalis Kian Memprihatinkan

Sejumlah jalan poros di Pulau Bengkalis rusak parah dan berlubang dalam. Warga mendesak Pemkab Bengkalis…

6 jam ago

Ratusan Keluarga di Meranti Pilih Mundur dari Bansos

Di tengah tingginya angka kemiskinan, 280 keluarga di Kepulauan Meranti memilih mundur dari penerima bansos…

6 jam ago

Pelaku Tabrak Pekerja Marka Jalan Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka, Terancam 6 Tahun Penjara

Seorang pekerja marka jalan tewas ditabrak minibus di Pekanbaru. Pengemudi yang lalai dan sempat kabur…

7 jam ago