Categories: Nasional

Petani Bungaraya Harapkan Bantuan Traktor

Panen raya cabai merah di Kampung Langsat Permai, Bungaraya, sebagai daerah penghasil cabai untuk Kabupaten Siak, diwarnai kesedihan karena harga cabai sampai pada titik terendah yaitu Rp7.000 per kilogramnya.

(RIAUPOS.CO) – Meski harga itu tidak berlangsung lama, setelahnya rata-rata di angka Rp12 ribu, namun harga Rp12 ribu itu juga tidak bisa mendongkrak hasil panen.

Demikian dikatakan Penghulu Langsat Permai Pujianta, beberapa hari lalu. Panen raya baru saja berlangsung dan cabai yang dihasilkan sangat maksimal, namun bermasalah pada harga jual.

“Kami memiliki 40 hektare kebun cabai yang dikelola oleh kelompok tani. Cabai-cabai itu dijual ke sejumlah kabupaten/kota di Riau, bahkan provinsi tetangga. Hal itu membuat ekonomi warga saya semakin membaik,” ungkap penghulu.

Sejauh ini, hanya ada sekitar 33 kepala keluarga penerima beras sejahtera (rastra) dari 400 kepala keluarga. Selebihnya ekonomi warga cukup bagus dengan mata pencarian dari bertani cabai dan holtikultura lainnya, termasuk padi.

Petani sadar, jatuhnya harga cabai dampak Covid-19. Sehingga kesedihan petani tidak berlama lama. Bahkan saat ini, petani mulai menanam cabai lagi dengan melakukan kredit usaha rakyat (KUR). “Situasi ini, membuat petani yang terdiri dari tiga kelompok tani mendapat keringanan dalam hal dipermudah prosesnya,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakannya, untuk mendukung para petani dalam menghasilkan tanaman berkualitas, pihaknya sangat mengharapkan traktor dari Pemkab Siak.

Menurutnya traktor ini sangat penting, selain untuk mempermudah kerja petani. Traktor ini juga akan menjadi salah satu aset desa dan Pemkab Siak dapat memantau pemanfaatannya.

Lebih jauh dikatakannya, pihaknya sudah melakukan alih fungsi lahan 20 hektare dari sawit ke kebun palawija. Sementara sebelumnya ada 60-70 hektare yang sudah dialihfungsikan.

“Kami juga memanfaatkan para ibu untuk memanen dan mengisi bibit ke tempatnya. Para ibu juga sudah memproduksi saus dengan berbagai rasa,” ungkap Pujianta.(adv)

 

 

   

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Kasus Penembakan Gajah di Pelalawan Jadi Atensi Khusus Kapolda Riau

Polda Riau memburu pelaku penembakan gajah Sumatera di Ukui. Polisi menemukan proyektil peluru dan memeriksa…

2 jam ago

Didukung Alat Canggih, RSUD Arifin Achmad Sukses Lakukan Clipping Aneurisma

RSUD Arifin Achmad Riau berhasil melakukan tindakan clipping aneurisma pada pasien stroke usia 19 tahun…

3 jam ago

Pemko Pekanbaru Tegaskan Program Rp100 Juta per RW Tetap Dilaksanakan

Pemko Pekanbaru memastikan program Rp100 juta per RW tetap berjalan tahun ini dengan pola pengusulan…

3 jam ago

Kapolda Riau Tinjau TKP Gajah Sumatera Dibunuh, Tegaskan Negara Tak Boleh Kalah

Kapolda Riau meninjau TKP dugaan pembunuhan gajah sumatera di Pelalawan dan memastikan penyelidikan dilakukan serius…

20 jam ago

Tradisi Mandi Balimau 2026, Muara Lembu Disiapkan Jadi Lokasi Utama

Pemkab Kuansing merencanakan tradisi mandi balimau jelang Ramadan dipusatkan di Kelurahan Muara Lembu, namun masih…

21 jam ago

Meriah! Festival Perang Air Selatpanjang Digelar 17–22 Februari, Resmi Masuk KEN 2026

Festival Perang Air Meranti kembali digelar 17–22 Februari 2026. Tradisi budaya ini resmi masuk Karisma…

2 hari ago