Categories: Nasional

Cuaca Hangat di Khatulistiwa Kurangi Penularan Covid-19

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sebuah penelitian mengungkapkan cuaca hangat dan sinar matahari yang intens dapat menurunkan penularan Covid-19. Hal ini diungkapkan dalam studi berjudul Iklim dan penyebaran Covid-19 yang diterbitkan dalam Scientific Reports.

Dilansir dari Science Times, Senin (3/5), penelitian tersebut mengatakan, cuaca lembab dan sinar matahari yang panjang, seperti negara-negara tropis akan mengurangi tingkat kasus Covid-19 dibandingkan dengan daerah yang mengalami cuaca lebih dingin. 

Peneliti menambahkan bahwa temuan mereka tidak menyiratkan bahwa musim panas akan menghambat penyebaran Covid-19. Tetapi hal itu akan memberi keuntungan dalam menahan virus. Peneliti mengatakan semakin tinggi suhu, semakin kuat radiasi ultraviolet dapat membantu mendukung tindakan dukungan publik dalam mencegah Covid-19.

Sebelumnya, memang banyak spekulasi bahwa suhu yang lebih hangat akan membantu mengekang penyebaran virus, setelah wabah pada musim dingin pada 2020. Ini mengikuti pola musiman seperti penyakit pernapasan lainnya. Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi pola musiman tersebut.

Beberapa penelitian mengatakan virus pernapasan lebih stabil dan bertahan di udara di lingkungan yang lebih dingin dan tidak terlalu lembab, kata Live Science dalam sebuah artikel. Aktivitas manusia seperti berkumpul massal di dalam ruangan selama cuaca dingin juga dapat memperkuat penularan virus.

Negara Dekat Khatulistiwa Beruntung

Hasil lab juga mengkonfirmasi bahwa suhu yang lebih hangat menurunkan tingkat kelangsungan hidup SARS-CoV-2. Namun tidak pasti apakah ini secara akurat diterjemahkan di dunia nyata.

Dalam penelitian baru ini, para ilmuwan mempelajari data dari 117 negara, menggunakan angka-angka tentang penularan Covid-18 dari awal pandemi hingga 9 Januari 2021. Mereka kemudian menggunakan metode statistik untuk menentukan hubungan antara garis lintang negara yang mempengaruhi jumlah tersebut.

Para peneliti menemukan bahwa setiap tingkat peningkatan garis lintang suatu negara dari khatulistiwa terkait dengan peningkatan 4,3 persen kasus Covid-19 per juta orang. Jika satu negara terletak 1.000 kilometer lebih dekat ke ekuator daripada negara lain, kasus Covid-19 akan lebih rendah 33 persen per juta orang.(jpg)
 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

APBD Rohul 2025 Terserap 92,87 Persen, Pemkab Kembali Raih WTP ke-10 Berturut-turut

Pemkab Rohul mencatat realisasi APBD 2025 sebesar Rp1,9 triliun atau 92,87 persen dan kembali meraih…

2 jam ago

Dari Semak Belukar Jadi Kebun Herbal, Mahasiswa FK Unri Hadirkan Program Lentera TOGA

Mahasiswa FK Unri mengubah lahan kosong di Teluk Makmur, Dumai, menjadi kebun TOGA produktif untuk…

2 jam ago

Tak Lolos SMAN/SMKN? Disdik Riau Siapkan 2.179 Kursi Gratis Lewat Jalur BOSDA Afirmasi

Disdik Riau mengumumkan 70.616 peserta lulus SPMB 2026. Bagi yang belum diterima, tersedia 2.179 kursi…

3 jam ago

Pemko Pekanbaru Kejar Target, Perbaikan Jalan Rusak Tahun Ini Ditargetkan Tembus Lebih dari 42 Km

Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 km pada 2026, disertai pembangunan drainase…

3 jam ago

Buron 3 Tahun, DPO Kasus 15 Kg Sabu di Bengkalis Akhirnya Ditangkap Polisi

Buron 3 tahun kasus 15 kg sabu di Bengkalis berinisial A (48) akhirnya ditangkap Polres…

7 jam ago

Idris Resmi Dilantik Jadi Anggota PAW DPRD Kampar, Gantikan Irwan Saputra

DPRD Kampar melantik Idris sebagai anggota PAW Fraksi PAN untuk sisa masa jabatan 2024–2029 dalam…

8 jam ago