PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Untuk menekan penyebaran angka Covid-19, selain dengan 3 M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, perlu juga dilakukan 3 T yakni testing, tracing dan treatment. Sekretaris Pusat Riset Bioteknologi Molekuler dan Bio-informatika Universitas Padjadjaran Muhammad Yusuf menyebutkan tes antiragen merupakan solusi mengatakan penyebaran corona dibandingkan tes PCR.
Muhammad Yusuf menilai tes PCR ada jeda waktu untuk mendapatkan hasil, termasuk jumlah kapasitas sampel yang bisa diperiksa menjadi kendala. "Sementara, untuk tes antigen hasilnya bisa didapatkan segera bahkan dalam waktu 20 menit," kata Yusuf yang narasumber saat peluncuran Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen untuk Indonesia.
Ia menyebutkan, tujuan tes antigen ini adalah untuk membatasi penyebaran Covid-19 ini, ketika orang tersebut sudah positif. "Cara pemeriksaan tes antigen ini sama dengan PCR swab diambil dari nosafaring, kemudian dicampur cairan dan dalam 20 menit sudah terlihat hasilnya. Jika sampel positif akan menujukkan dua garis, jika negatif hanya ada satu garis," kata Yusuf.
Yusuf menambahkan, tes antigen in dapat menjadi jalan tengah dari kendala tes PCR, termasuk juga lebih akurat dibandingkan menggunakan tes antibodi. Sedangkan Natalia Soebagjo dari Gerakan Solidaritas mengatakan dalam menanggulangi pandemi Covid-19 ini diperlukan solidaritas bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk saling menjaga.
"Tes massal perlu dilakukan untuk mengetahui gerak-gerik masyarakat yang terpapar virus. Selama ini yang melakukan tes PCR masih sangat rendah disebabkan karena biayanya mahal," ungkapnya Natalia Soebagja saat peluncuran Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen untuk Indonesia, Rabu (28/10).
Sementara, Ahli Wabah, dr Pandu Riano menilai, tes adalah jalan menuju pandemi itu terkendali. Selama ini, kendala dipengendalian belum optimal, sehingga diperlukan langkah inovatif yang harus dilakukan," kata Pandu.
Menurut Pandu, banyak orang yang positif tapi tidak bergejala alias OTG. Sementara, karena dia tidak dites, bisa saja sudah menularkan kepada orang lain. "Mengapa selama ini tidak optimal karena dalam tes PCR ada jeda menunggu hasil. Sementara orang tersebut mungkin saja sudah menularkan kepada orang lain," ucapnya.
Pandu menegaskan, saat ini diperlukan strategi lebih kuat karena kalau tidak justru diprediksi kasus akan tinggi. Pandu mengajak, dengan gerakan sejuta tes antigen ini, masyarakat berperan ikut bersama-sama dalam gerakan ini.(das)
Laporan: KaMARUDDIN (Pekanbaru)
Tim roadshow Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau hadir menyapa para pelajar SMA…
Dinas PUPRPKP Kabupaten Indragiri Hulu mencari solusi anggaran senilai Rp500 juta usai Jembatan Sarang Elang…
Konsulat Malaysia di Pekanbaru menggelar Pameran Kebudayaan Internasional 2026 di UIN Suska Riau dengan menyuguhkan…
Pemprov Riau melalui Dinas PUPR-PKPP mulai melebarkan Jalan HR Soebrantas dan Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru…
Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkalis terkendala setelah lahan usulan di Desa Wonosari ditolak Kemensos…
Satreskrim Polresta Pekanbaru menetapkan pria berinisial S sebagai tersangka penipuan investasi proyek pengangkutan batu bara…