Categories: Nasional

Kader PDIP Harun Masiku Tak Kunjung Ditangkap, Ini Kata KPK

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah pihaknya tidak bekerja dalam mencari mantan calon legislatif (Caleg) PDI Perjuangan Harun Masiku. Sebab, tersangka dugaan suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DRR RI itu sudah lebih dari sembilan bulan masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO), namun belum juga diketahui keberadaannya.

Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri menegaskan, tim satuan tugas (Satgas) KPK masih terus terus mencari keberadaan Harun Masiku. Ali mengklaim, setiap informasi yang diperoleh telah ditindaklanjuti.

“KPK masih terus mencari keberadaan yang bersangkutan (Harun Masiku). Segala informasi yang masuk kami terima telah ditindaklanjuti,” kata Ali kepada JawaPos.com, Selasa (3/11).

Menurut Ali, tim satgas pencari buronan Harun Masiku pun diklaim telah dievaluasi. KPK memastikan masih mencari keberadaan kader PDI Perjuangan itu.

“Evaluasi juga dilakukan antara lain terkait tempat-tempat dan info lain yang selama ini diperoleh dan ditindaklanjuti tim. Termasuk evaluasi bagaimana koordinasi dengan kepolisian dan pihak terkait dalam proses pencarian,” klaim Ali.

KPK meyakini, pihaknya tetap optimistis bisa menangkap Harun Masiku. Lembaga antirasuah menyusun strategi untuk bisa meringkus Harun.

“Ini dilakukan tentu sebagai upaya menyusun strategi kembali dalam pencarian DPO Harun Masiku,” pungkasnya.

Berbagai kritik pencarian Harun Masiku terus digaungkan, Indonesia Corruption Watch (ICW) bahkan meminta KPK untuk melibatkan Novel Baswedan dalam mencari tersangka kasus permohonan pergantian antarwaktu (PAW) Anggota DPR RI Harun Masiku.

Sebab Novel Baswedan merupakan kepala satuan tugas (Satgas) penanganan kasus suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) yang melibatkan mantan Sekretaris MA, Nurhadi dan menantunya, Rezky Heryono. Serta Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto.

“Keberhasilan para Penyidik KPK dalam meringkus buronan kasus korupsi Hiendra Soenjoto layak untuk diapresiasi. Namun semestinya hal itu juga dapat diikuti oleh Tim Satuan Tugas yang menangani buronan lainnya, salah satunya Harun Masiku,” kata peneliti ICW, Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Minggu (1/11).

Sejak ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO), sambung Kurnia, sudah sembilan bulan KPK terlihat enggan untuk meringkus mantan calon legislatif asal PDIP tersebut. Maka dari itu, ICW mengusulkan agar tim Satgas pencarian Harun Masiku dapat dievaluasi, bahkan lebih baik dibubarkan saja.

“Sebagai alternatif, mungkin Tim yang berhasil meringkus Nurhadi, Rezky, dan Hiendra dapat diberdayakan untuk dapat segera meringkus Harun Masiku,” tandas Kurnia.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Ramadan 2026, Grand Zuri Pekanbaru Siap Jadi Lokasi Buka Puasa Bersama

Grand Zuri Pekanbaru gelar Showcase Iftar Nusantara Ramadan 2026, perkenalkan paket buka puasa untuk klien…

1 hari ago

PTPN IV PalmCo Salurkan 6 Juta Bibit Sawit Bersertifikat, Dongkrak Produktivitas Petani

PTPN IV PalmCo salurkan 6 juta bibit sawit bersertifikat, dampingi 93 koperasi dan dorong sertifikasi…

1 hari ago

Pakai Basis Varian Tertinggi, Destinator 55th Anniversary Edition Tampil Eksklusif

Mitsubishi hadirkan Destinator 55th Anniversary Edition berbasis varian tertinggi, berstatus limited dengan harga Rp520,5 juta.

1 hari ago

Semarak Anniversary ke-7, The Zuri Hotel Ajak Mitra dan Tamu Donor Darah

Rayakan HUT ke-7, The Zuri Hotel Pekanbaru gelar donor darah dan kumpulkan 63 kantong untuk…

1 hari ago

Mudah dan Aman, Beli Emas Kini Bisa Digital Lewat Aplikasi Tring Pegadaian

Pegadaian perkuat posisi sebagai investasi emas nomor 1, tawarkan layanan mudah, aman, dan dukung misi…

1 hari ago

Tiga Polsek di Pekanbaru Resmi Berganti Nama, Ini Daftarnya

Polresta Pekanbaru ubah nama tiga Polsek sesuaikan pemekaran wilayah, demi permudah layanan kepolisian bagi masyarakat.

1 hari ago