Categories: Nasional

Orang Minang Jangan Terprovokasi

PADANG (RIAUPOS.CO) – Kerusuhan yang terjadi di Wamena, Papua pada Senin 23 September lalu masih menyisakan luka mendalam bagi masyarakat Sumatera Barat (Sumbar). Bagaimana tidak, terdapat 10 masyarakat Sumbar yang menjadi korban pada tragedi mengerikan tersebut.

Namun lebih sepekan peristiwa tersebut, kondisi di Wamena berangsur membaik. Hal tersebut mesti tetap dijaga dan jangan sampai ada oknum-oknum yang tak bertanggung jawab memprovokasi sehingga peristiwa tersebut bisa terulang. Hal itu disampaikan tokoh agama, adat dan akademisi di Sumbar mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi atas kerusuhan yang merenggut nyawa saudara mereka tersebut. Diharapkan masyarakat Sumbar tetap tenang menyikapi setiap informasi yang bermuatan provokasi.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Padang Duski Samad saat dihubungi Padang Ekspres (RPG), Rabu (2/10) mengatakan, masyarakat Sumbar saat ini harus bersikap tenang dan menyerahkan kasus kerusuhan yang terjadi di Wamena kepada pihak kepolisian dan pemerintah.

“Yang kita lakukan bukan emosi atau saling menyalahkan, tapi yang paling penting itu, kita harus bersama-sama membantu sanak saudara kita yang saat ini sangat memerlukan bantuan kita yang ada di ranah Minang ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, di samping itu masyarakat Sumbar harus cerdas menyikapi hal-hal yang berpontensi menjadi sebuah provokasi yang akan memperkeruh suasana yang sudah mulai kondusif di Wamena Papua tersebut.

“Informasi yang cenderung ke arah hoaks atau tidak benar, harus segera diakhiri. Yang paling penting saat ini kita bersama-sama berdoa dan menggalang dana untuk saudara kita yang ingin pulang ke kampung halaman,” imbaunya.

Lebih lanjut Duski menyampaikan, masyarakat Sumbar tidak boleh menyimpan rasa dendam akibat kerusuhan yang terjadi di Wamena Papua itu. Masyarakat Sumbar tidak boleh menyalurkan amarah mereka kepada orang lain yang merupakan minoritas di Tanah Minangkabau.

“Orang Minang terkenal dengan adat dan agamanya yang kuat, maka hal itulah yang harus kita tunjukkan dan tonjolkan dalam masalah ini,” ujarnya.

Sementara Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Ganefri menyampaikan, dia sangat menyayangkan adanya beberapa percakapan di media sosial yang cen­derung akan memprovokasi masyarakat Sumbar untuk emosi serta membalas apa yang telah terjadi di Wamena, Papua sepekan yang lalu.

Ia mengatakan, hal provokatif tersebut haruslah segera dihilangkan dalam pikiran setiap masyarakat Sumbar. Masyarakat Sumbar harus menunjukkan karakter mereka yang sudah tertanam sejak dahulu. Yakni masyarakat yang berdiplomasi menghadapi masalah yang menimpa.

“Daripada mementingkan emosi sesaat, lebih baik kita bersama-sama untuk memikirkan bagaimana cara untuk membantu dan menguatkan saudara kita yang ada di Papua saat ini,” jelasnya.(syn/jpg/deb/cr30/ted)

>>>Selengkapnya baca Harian Riau Pos

 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

APBD Rohul 2025 Terserap 92,87 Persen, Pemkab Kembali Raih WTP ke-10 Berturut-turut

Pemkab Rohul mencatat realisasi APBD 2025 sebesar Rp1,9 triliun atau 92,87 persen dan kembali meraih…

8 jam ago

Dari Semak Belukar Jadi Kebun Herbal, Mahasiswa FK Unri Hadirkan Program Lentera TOGA

Mahasiswa FK Unri mengubah lahan kosong di Teluk Makmur, Dumai, menjadi kebun TOGA produktif untuk…

8 jam ago

Tak Lolos SMAN/SMKN? Disdik Riau Siapkan 2.179 Kursi Gratis Lewat Jalur BOSDA Afirmasi

Disdik Riau mengumumkan 70.616 peserta lulus SPMB 2026. Bagi yang belum diterima, tersedia 2.179 kursi…

8 jam ago

Pemko Pekanbaru Kejar Target, Perbaikan Jalan Rusak Tahun Ini Ditargetkan Tembus Lebih dari 42 Km

Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 km pada 2026, disertai pembangunan drainase…

9 jam ago

Buron 3 Tahun, DPO Kasus 15 Kg Sabu di Bengkalis Akhirnya Ditangkap Polisi

Buron 3 tahun kasus 15 kg sabu di Bengkalis berinisial A (48) akhirnya ditangkap Polres…

13 jam ago

Idris Resmi Dilantik Jadi Anggota PAW DPRD Kampar, Gantikan Irwan Saputra

DPRD Kampar melantik Idris sebagai anggota PAW Fraksi PAN untuk sisa masa jabatan 2024–2029 dalam…

13 jam ago