Categories: Nasional

Menteri ATR BPN Serahkan 1.555 Sertifikat Tanah di Dumai

DUMAI (RIAUPOS.CO) – Menteri Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional  (ATR BPN ) RI, D0r Sofyan A Djalil beserta rombong didampingi Gubernur Riau, Drs H Syamsuar, beserta rombongan Forkopimda Provinsi Riau dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Riau, M Syahrir berkunjung ke Kota Dumai, Kamis (2/8).

Kedatangan Mentri ATR BPN dalam agenda penyerahan 5.000 sertifikat tanah untuk rakyat yang dilaksanakan secara virtual dan disaksikan oleh 12 Kabupaten/Kota se Provinsi Riau.

Untuk Dumai, sebanyak 30 sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) diserahkan secara simbolis dalam acara penyerahan sertifikat dan untuk pembagian seluruhnya di Kota Dumai sebanyak 1.555 bidang yang terdiri dari perorangan sebanyak 1.517 bidang, rumah ibadah/wakaf sebanyak 4 bidang, pemko sebanyak 30 bidang dan Barang Milik Negara (BMN) sebanyak 4 bidang.

Wali Kota Dumai dalam sambutannya mengatakan atas nama Pemerintah Kota (Pemko) Dumai dan seluruh masyarakat Kota Dumai sangat bersuka cita dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas Kunker Menteri ATR BPN.

Sebelumnya, Pemko Dumai telah menerima Bantuan Teknis (BANTEK) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) untuk Kota Dumai dua tahun berturut-turut oleh Kementerian ATRBPN RI, pertama untuk Rencana Detail Tata Ruang Online Single Submission (RDTR OSS) Kecamatan Sungai Sembilan sampai Dumai Kota dan kedua untuk RDTR Kecamatan Medang Kampai.

"Alhamdulillah Pak Menteri, perlu kami informasikan bahwa Pemerintah Kota Dumai telah action, bergerak cepat. Kedua RTDR tersebut telah kami terbitkan Peraturan Wali Kota-nya, sehingga kami di Kota Dumai ini leluasa bergerak nantinya dan sangat berguna dalam menumbuhkan iklim investasi di daerah kami," ungkapnya.

H Paisal berharap di tahun depan Menteri ATR BPN dapat menambah lagi bantuan rencana detail tata ruang (RDTR) dalam rangka menunjang percepatan perizinan Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA) untuk cakupan wilayah dari Kecamatan Dumai Timur menuju ke Bukit Kapur.

Menteri ATR BPN dalam sambutannya menjelaskan bahwa PTSL adalah salah satu konsern Presiden RI, Ir H Joko Widodo tentang administrasi pertanahan yang selama ini masih banyak masalah.

"Akibat administrasi yang masih banyak bermasalah itu akan terjadi konflik. Tanah-tanah instansi yang bermasalah, tanah pemerintah banyak yang hilang dan diklaim oleh orang lain, dokumen yang tidak jelas itu terjadi di seluruh Indonesia. Belum lagi konflik di tengah masyarakat karena persoalan tanah,"ucapnya.

Problem ini juga disebabkan karena dulu teknologi masih belum sebaik sekarang, pengukuran yang tidak disiplin, dan masih banyak persoalan-persoalan lainnya yang mengakibatkan beban luar biasa bagi masyarakat.(ifr/mx12)

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

18 jam ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

19 jam ago

Sempat Disembunyikan, Toyota Land Cruiser Bupati Kuansing Akhirnya Tiba di Rupbasan KPK

Toyota Land Cruiser 300 GR-S yang diduga terkait kasus suap Bupati Kuansing tiba di Rupbasan…

19 jam ago

Kasus Dugaan Pimpinan Ponpes dan Santri di Kuansing Berakhir Damai, Polisi Tetap Lakukan Pendalaman

Kasus dugaan pimpinan ponpes menjalin hubungan dengan santri hingga memiliki anak menghebohkan Kuansing. Polisi menyebut…

19 jam ago

Diduga Sopir Microsleep, Bus Tabrak Truk di Tol Pekanbaru-Dumai, 2 Tewas

Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…

2 hari ago

KM Gading 2 Tenggelam di Perairan Tanjung Buton, 3 Tewas dan 1 Masih Hilang

Tiga orang meninggal dunia, satu hilang, dan tiga selamat setelah KM Gading 2 tenggelam di…

2 hari ago