Categories: Nasional

Penderita Diabetes, Ini Pemanisan Buatan yang Aman

RIAUPOS.CO- Sudah menjadi rahasia umum bahwa penderita diabetessebaiknya menghindari makanan manis. Sebab, jenis makanan tersebut bisa menyebabkan gula darah melonjak tinggi dan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Itulah sebabnya diabetesi tak dianjurkan untuk mengonsumsi segala sesuatu yang mengandung gula pasir. Tapi bagaimana dengan pemanis buatan?

Tidak dimungkiri, dengan memanfaatkan teknologi pangan, hampir semua pemanis buatan tak mengandung kalori dan tidak menyebabkan kenaikan kadar gula darah. Selain itu, pemanis buatan juga memiliki rasa yang lebih manis daripada gula alami.

Dilihat dari segi medis, penderita diabetes boleh-boleh saja mengonsumsi pemanis buatan. Namun, karena dibuat di laboratorium dengan proses kimiawi, diabetesi harus paham betul mengenai jenis pemanis buatan yang tepat.

Pemanis buatan yang aman untuk diabetes
Berikut ini adalah beberapa jenis pemanis buatan yang ada di Indonesia beserta tingkat keamanannya untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes:

1. Aspartam
Aspartam adalah jenis pemanis yang paling sering ditemukan di pasaran. Jenis pemanis ini dapat digunakan untuk makanan dalam suhu hangat maupun dingin.

Secara medis, aspartam terbilang aman bagi kesehatan. Meski demikian, aspartam tidak stabil dalam suhu panas. Rasa manisnya akan berkurang jika dipanaskan. Oleh karena itu, aspartam tak dianjurkan untuk digunakan sebagai bahan memasak atau memanggang kue.

Lebih lanjut, aspartam merupakan sumber asam amino fenilalanin. Artinya, pemanis buatan ini tak boleh dikonsumsi oleh penderita fenilketonuria atau penyakit genetik yang menyebabkan tubuh tak mampu mengolah fenilalanin. Jika penderita fenilketonuria mengonsumsi aspartam, kerusakan otak bisa terjadi.

2. Ace-sulfame-kalium (Ace-K)
Ace-K adalah pemanis buatan dengan struktur kimia dan rasa manis yang stabil dalam suhu tinggi, serta dalam makanan maupun minuman yang bersifat basa atau asam. Ace-K cocok digunakan sebagai pemanis untuk masakan dan kue.

3. Neotame
Neotame adalah pemanis buatan yang diturunkan dari aspartam. Rasa manisnya hampir 10 ribu kali lipat daripada gula asli. Meski sempat diragukan, studi yang dilakukan secara jangka panjang menemukan bahwa neotame terbukti aman bagi kesehatan.

Neotame stabil dalam suhu panas, sehingga dapat digunakan untuk memasak. Sama halnya dengan aspartam, neotame juga mengandung asam amino fenilalanin. Bedanya, fenilalanin yang terkandung dalam neotame memiliki kadar yang sangat kecil. Sehingga, neotame tak harus dihindari oleh penderita penyakit fenilketonuria.

4. Stevia
Stevia adalah pemanis buatan yang tersedia dalam bentuk cair dan tablet yang mudah larut (tergantung merek). Stevia paling sering digunakan sebagai pemanis untuk minuman, seperti kopi atau teh.

Selain itu, stevia sebenarnya juga dapat digunakan untuk memasak. Namun, takarannya harus diukur baik-baik, karena stevia bisa berubah bentuk saat diolah bersama masakan.

5. Sakarin
Sakarin adalah jenis pemanis buatan yang tertua, karena sudah digunakan selama lebih dari 100 tahun. Pemanis buatan dengan bentuk cair ini tetap stabil dalam suhu tinggi dan rendah. Oleh karena itu, sakarin bisa digunakan untuk makanan panas dan dingin, serta dalam proses memasak.

Namun demikian, sakarin tak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui karena belum dapat dipastikan keamanannya. Maka dari itu, ibu hamil dan menyusui benar-benar wajib menghindari pemanis ini apa pun alasannya.

6. Sukralosa
Sukralosa adalah pemanis buatan yang memiliki struktur kimia stabil, sehingga dapat digunakan dalam proses memasak. Pemanis buatan jenis ini juga dapat dibubuhkan pada makanan hangat dan dingin. Sukralosa sering ditemukan pada makanan olahan (processed food).

Asal memperhatikan cara penggunaannya dengan baik, penderita diabetes dapat menggunakan salah satu pemanis buatan di atas jika sedang ingin menikmati makanan atau minuman manis. Tetap ingat untuk membatasi jumlah pemanis dan makanan atau minuman yang dikonsumsi agar tidak berlebihan. Ingat selalu jam, jumlah, jenis (3J).(NB/ RH)  

Sumber: JPNN.com
Editor: Deslina

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

1 hari ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

1 hari ago

Hujan Lebat Guyur Kuansing, Salat Istisqa Dialihkan Jadi Tausyiah dan Doa Bersama

Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…

1 hari ago

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Dibekuk

Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…

1 hari ago

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

2 hari ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

2 hari ago