Categories: Nasional

H+2 Lebaran Tol Pekanbaru-Bangkinang Ditutup Satu Jam, Ini Penyebabnya

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Hari ke-2 Idulfitri arus mudik dari Pekanbaru menuju provinsi tetangga, Sumatera Barat masih ramai. Ini terlihat dari kepadatan lalu lintas di jalan lintas menuju perbatasan Riau-Sumbar, di Bangkinang. Macet panjang di ruas jalan nasional mengular sejak Selasa (3/5/2022) pagi hingga siang. Kondisi ini berdampak pada kemacetan di gerbang exit tol Bangkinang, sehingga jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang harus ditutup sementara.

Informasi yang dirangkum Riaupos.co, kemacetan di gerbang keluar tol Bangkinang mencapai kurang lebih 5 kilometer. Karena akses keluar ke jalan nasional di sekitar jembatan Bangkinang menuju Kuok, juga sedang dalam kondisi macet hingga belasan kilometer pada Selasa pagi hingga siang hari.

Kondisi inilah yang menyebabkan ruas jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang mengalami kemacetan dan harus antre sampai 20 menit di exit Bangkinang.

“Sementara kami close sekitar 1 jam sesuai koordinasi dengan kepolisian. Begitu sudah mencair kembali, posisinya sekarang sudah kami buka,” kata Branch Manager Operasional dan Pemeliharaan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai PT Hutama Karya Indrajana kepada Riaupos.co, Selasa pukul 15:00 WIB.

Ruas jalan Tol Pekanbaru-Bangkinang yang beroperasi sementara untuk arus mudik pada 26 April hingga 3 Mei, atau H+2 Idulfitri merupakan hari terakhir beroperasional untuk ruas Pekanbaru menuju Bangkinang ini, dibuka 8 jam setiap hari, pukul 08:00-16:00 WIB. Untuk kemudian, mulai 4-11 Mei jalan ini dibuka untuk arus balik, atau arah Bangkinang ke Pekanbaru.

Dijelaskan Indrajana, perihal kemacetan yang terjadi lebih dominan terjadi pada Selasa jelang siang. Sehingga petugas harus menutup sementara dari gerbang masuk Pekanbaru selama sekitar satu jam.

“Betul, Tol Pekanbaru-Bangkinang sempat macet siang tadi. Karena di jalan nasional yang menuju Bangkinang juga macet sudah 10 kilometer,” sambungnya.

Indrajana menambahkan, meskipun melintasi ruas Tol Pekanbaru-Bangkinang sementara ini masih gratis, namun pengendara roda empat jenis kendaraan kecil yang melintas, tetap diminta membawa kartu tol atau eMoney. Sebab untuk melewati setiap gerbang, masuk dan keluar, pengendara tetap harus melakukan tapping (menempelkan) eMoney.

“Tetap utamakan keselamatan selama berkendara, kecematan maksimal diizinkan 60 kilometer per jam,” pesannya.

Laporan: Eka G Putra

Editor: Edwir Sulaiman

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Kapolda Riau Tinjau TKP Gajah Sumatera Dibunuh, Tegaskan Negara Tak Boleh Kalah

Kapolda Riau meninjau TKP dugaan pembunuhan gajah sumatera di Pelalawan dan memastikan penyelidikan dilakukan serius…

11 jam ago

Tradisi Mandi Balimau 2026, Muara Lembu Disiapkan Jadi Lokasi Utama

Pemkab Kuansing merencanakan tradisi mandi balimau jelang Ramadan dipusatkan di Kelurahan Muara Lembu, namun masih…

11 jam ago

Meriah! Festival Perang Air Selatpanjang Digelar 17–22 Februari, Resmi Masuk KEN 2026

Festival Perang Air Meranti kembali digelar 17–22 Februari 2026. Tradisi budaya ini resmi masuk Karisma…

2 hari ago

Pria 46 Tahun di Inhu Diamankan Polisi, Diduga Cabuli Anak Tiri yang Masih Balita

Polisi Inhu mengamankan pria 46 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak tiri berusia…

2 hari ago

Pustu Tak Layak, Warga Desa Patah Parang Terpaksa Melahirkan di Kantor Desa

Bangunan Pustu rusak parah membuat warga Desa Patah Parang terpaksa melahirkan di kantor desa. Perbaikan…

2 hari ago

Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli

Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli

2 hari ago