Categories: Nasional

AS Desak Cina Stop Tekanan Diplomatik dan Militer ke Taiwan

WASHINGTON (RIAUPOS.CO) – Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Ned Price, mengatakan Cina harus menghentikan tekanan militer, diplomatik, dan ekonomi terhadap Taiwan. Itu setelah diplomat tinggi ternama Cina menyerukan perbaikan dalam hubungan AS-Cina.

Sebelumnya, Direktur Komisi Urusan Luar Negeri Pusat dari Partai Komunis Cina, Yang Jiechi, menyebutkan bahwa AS harus berhenti mencampuri isu mengenai kedaulatan dan integritas wilayah RRC.

Price sendiri menyebutkan bahwa hubungan AS dan Cina bisa diperbaiki. Itu ketika AS sejalan dengan para sekutu dan mitra.

“Kami mendesak Cina agar mengakhiri tekanan militer, diplomatik, dan ekonomi mereka terhadap Taiwan dan sebaliknya terlibat dalam dialog bermakna dengan kepemimpinan Taiwan yang terpilih secara demokratis,” ucap Price.

Perlu diketahui, Cina sebelumnya unjuk kekuatan armada tempurnya di wilayah udara Taiwan. Banyak pengamat menilai bahwa Cina sengaja melakukannya di awal-awal masa kepemimpinan Presiden AS Joe Biden. Mereka ingin tahu seberapa besar dukungan Negeri Paman Sam itu ke Taiwan.

Dilansir AP, akhir Januari ada 12 pesawat Cina yang melintas di zona pertahanan udara Taiwan yang berada di sisi barat daya. Terdiri atas, 8 pesawat pengebom yang mampu membawa senjata nuklir dan 4 jet tempur. Kemudian, 16 berbagai jenis pesawat kembali melintas di area yang sama.

Kementerian Pertahanan Taiwan menyatakan bahwa mereka merespons dengan memperingatkan rombongan pesawat itu melalui radio. Mereka juga bersiaga dengan mengerahkan sistem rudal pertahanan guna memantau aktivitas pesawat milik Cina tersebut.

Ini bukan kali pertama Cina melakukan tindakan provokatif tersebut. Tapi, biasanya hanya beberapa armada, tidak dalam skala besar. Tujuan mereka satu, menekan negara yang dipimpin Presiden Tsai Ing-wen itu agar mau kembali ke Cina. Selama ini Cina memang tak pernah mengakui Taiwan sebagai negara merdeka. Taiwan dianggap sebagai satu kesatuan dengan Cina, tapi punya pemerintahan otonom layaknya Hongkong.

Sumber: Jawapos.com

Editor: Eka G Putra

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Ramadan 2026, Grand Zuri Pekanbaru Siap Jadi Lokasi Buka Puasa Bersama

Grand Zuri Pekanbaru gelar Showcase Iftar Nusantara Ramadan 2026, perkenalkan paket buka puasa untuk klien…

11 jam ago

PTPN IV PalmCo Salurkan 6 Juta Bibit Sawit Bersertifikat, Dongkrak Produktivitas Petani

PTPN IV PalmCo salurkan 6 juta bibit sawit bersertifikat, dampingi 93 koperasi dan dorong sertifikasi…

14 jam ago

Pakai Basis Varian Tertinggi, Destinator 55th Anniversary Edition Tampil Eksklusif

Mitsubishi hadirkan Destinator 55th Anniversary Edition berbasis varian tertinggi, berstatus limited dengan harga Rp520,5 juta.

15 jam ago

Semarak Anniversary ke-7, The Zuri Hotel Ajak Mitra dan Tamu Donor Darah

Rayakan HUT ke-7, The Zuri Hotel Pekanbaru gelar donor darah dan kumpulkan 63 kantong untuk…

15 jam ago

Mudah dan Aman, Beli Emas Kini Bisa Digital Lewat Aplikasi Tring Pegadaian

Pegadaian perkuat posisi sebagai investasi emas nomor 1, tawarkan layanan mudah, aman, dan dukung misi…

15 jam ago

Tiga Polsek di Pekanbaru Resmi Berganti Nama, Ini Daftarnya

Polresta Pekanbaru ubah nama tiga Polsek sesuaikan pemekaran wilayah, demi permudah layanan kepolisian bagi masyarakat.

15 jam ago