ILUSTRASI
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Istana membantah kabar yang menyebut Presiden Joko Widodo meminta pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024 dimajukan satu hari. Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyebut wacana tersebut muncul dari luar istana.
“Yang menyampaikan kan bukan dari Istana. Tapi yang mendengar-mendengar. Sehingga itu tidak ada,” ujar Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, (2/10).
Pramono menegaskan, Presiden Jokowi memahami tata kenegaraan. Termasuk terkait pelantikan Presiden ataupun DPR yang sifatnya periodisasi lima tahunan.
“Itu sudah fix lima tahunan. Enggak boleh maju sehari, enggak boleh mundur sehari,” imbuhnya.
Dengan demikian, politisi PDIP itu memastikan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden akan tetap digelar sesuai jadwal yang telah disusun sejak awal.
“Jadi tetap akan berlangsung 20 Oktober sesuai jadwal KPU,” tuturnya.
Sebelumnya, wacana memajukan jadwal pelantikan menjadi 19 Oktober 2019 disampaikan Ketua Ormas Projo Budi Arie Setiadi. Dia mengaku sempat membicarakan hal tersebut saat bertemu dengan Presiden Jokowi pada Jumat, 27 September 2019.
Budi mengatakan, memajukan jadwal pelantikan akan memudahkan relawan untuk bergabung merayakan pelantikan. Sebab, jika digelar pada Minggu 20 Oktober 2019, ada sebagian relawan yang menjalankan ibadah.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
Harga bbm subsidi dan nonsubsidi, harga bbm pertamina terbaru per 1 september 2026 di riau…
Dipimpin Plt Bupati Kuansing H Muklisin. Pemkab Kuansing memfasilitasi pertemuan masyarakat Koto Baru dan PT…
31 Tahun Kopkar RAPP, Bertumbuh dengan Memperkuat Manfaat bagi Anggota. Koperasi karyawan rapp berusia 31…
Sejumlah perusahaan HTI di Riau membantu pemadaman karhutla di luar konsesi. Kades mengapresiasi aksi gotong…
Sebanyak 764 KPM PKH di Meranti terdeteksi terkait aktivitas judol. Dinsos kini memverifikasi data sebelum…
Dua kakak beradik di Inhu tewas tenggelam saat mandi di Sungai Kuantan. Keduanya ditemukan terpisah…