ILUSTRASI
LUBUKPAKAM (RIAUPOS.CO) – PB alias A (27) tega mencabuli dua adik iparnya yang masih di bawah umur. Akibat perbuatan menjijikkannya itu, ia terpaksa dilaporkan ke Mapolres Deliserdang, Senin (26/8) lalu.
Terungkapnya kelakuan warga Kecamatan Pagar Merbau itu ketika korban, sebut saja Melati (8), memberitahukan kepada ibunya jika kemaluannya terasa sakit ketika buang air kecil, Ahad (25/8) pagi.
Curiga, sang ibu mendesak korban untuk membeber penyebabnya. Korban yang masih kelas 3 SD itu pun mengaku sudah dicabuli PB sebanyak dua kali sepekan lalu saat ibu korban yang juga mertua pelaku diopname di rumah sakit.
“Adikku yang masih bocah itu dua kali dicabuli PB dalam kamar saat ibu kandung kami dan isteri PB sedang bekerja di pabrik. Istri PB itu adik kandungku,” sebut RT (25) kakak sulung korban.
Untuk memuluskan aksi bejatnya itu, PB mengancam akan membunuh seluruh keluarga Melati jika bercerita kepada siapa pun. Karena takut, korban tidak melawan ketika PB mencabulinya hingga dua kali di dalam kamar.
“Saat ibu opname dan isteri PB bekerja, dua adikku yang jadi korban itu kami titip di rumah PB karena tidak ada yang menjaga. Tapi bukannya dijaga malah dirusak. Gimanalah masa depan dua adikku ini,” ujar kakak sulung korban dengan nada kesal melihat ulah PB.
Keberanian Melati membuka mulut ternyata menguak kebejatan PB yang juga telah menggilir kakak kandung Melati berinisial DRR (14). Korban membuka kebejatan abang iparnya itu kepada ibu kandungnya, Ahad (25/8) malam.
Menurut cerita korban kepada ibunya, pertama sekali DRR dicabuli PB saat korban di kamar mandi. Ketika itu, PB mengancam korban dengan pisau agar tidak berteriak dan bercerita. Kalau bercerita bakal dibunuh.
Karena takut, korban pun tak bisa berbuat apa-apa ketika PB mencabulinya. Perbuatan serupa dilakukan PB terhadap korban di ruang keluarga.
Ulah bejat PB yang mencabuli dua adik iparnya yang masih dibawah umur itu sampai juga ke telinga NN (20) isterinya. Wanita beranak satu ini langsung naik pitam dan tak terima jika kedua adik kandungnya dicabuli suaminya.
Sambil membawa pisau NN mendatangi PB. “Kau apain dua adik ku?!” hardik NN.
Melihat isterinya membawa pisau, PB kontan kabur melarikan diri.
“Kami takut jika adikku DRR hamil karena baru datang bulan dia. Kami minta PB secepatnya ditangkap karena kami takut terjadi apa-apa sama kami setelah kami membuat laporan pengaduan. Kami sudah periksa ke rumah sakit dan hasil visum jika kemaluan kedua adikku itu sudah rusak,” ujar RT.
Terpisah, Kasat Reskrim AKP Rafles Langgak Putra SIk mengaku sudah menerima laporan korban.
“Laporan pengaduan pelapor baru sampai di tangan penyidik. Kita dalami dulu,” sebutnya, Jumat (30/8).
Sumber: Sumutpos.co
Editor : Edwir
Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 kilometer tahun ini, menyasar pusat kota…
Duri Bike Community memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 dengan menurunkan 15 peserta dan…
BPR Indra Arta Indragiri Hulu memperpanjang pendaftaran rekrutmen pegawai baru hingga 26 Januari untuk menjaring…
Warga dan DPRD Pelalawan mendesak pemkab segera menambal jalan berlubang di Pangkalankerinci karena dinilai rawan…
Pencairan gaji ASN di Kabupaten Siak terkendala administrasi dampak SOTK baru. Bupati Afni memastikan proses…
Tumpukan sampah masih ditemukan di Pekanbaru, terutama di Jalan Soekarno Hatta. DLHK mengajak masyarakat ikut…