Categories: Nasional

Gempa 6,9 SR di Laut Samudera Hindia Masuk Kategori Dangkal

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah diakhiri peringatan dini tsunami yang terpusat di Laut Samudera Hindia Selatan pada pukul 21.35 WIB. Gempa bumi yang semula ditaksir bermagnitudo 7,4 skala richter (SR) setelah dilakukan pemutakhiran menjadi berkekuatan 6,9 SR.

"Hasil analisis BMKG berkekuatan 7,4 SR yang selanjutnya dimutakhirkan menjadi berkuatan 6,9 SR," kata Kepala BMKG Dwikorita di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (28/7) malam.

Dwikorita menjelaskan, gempa bumi yang terjadi sekitar pukul 19.35 WIB termasuk ke dalam gempa bumi dangkal. Tepatnya berlokasi di laut pada kedalaman 4,8 kilometer pada jarak 164 kilometer arah barat daya Kota Pandeglang, Banten.

"Gempa bumi dangkal terjadi akibat adanya deformasi batuan dalam lempeng Indo-Australia," ucap Dwikorita.

Hingga pukul 21.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya gempa bumi susulan. Bahkan tidak ada pergerakan muka air laut yang signifikan.

"Berdasarkan monitoring muka air laut melalui alat pantau pasang surut muka air laut, tidak ada indikasi perubahan muka kaut yang signifikan," tegas Dwikorita.

Namun, gempa bumi tersebut dirasakan hingga sejumlah daerah seperti Liwa, Tanggamus, Bandar Lampung, Krui, Pandeglang, Sukabumi dengan intensitas guncangan IV-V MMI.

Getaran juga diraskaan di Bengkulu, Parung, Bogor Barat, Bandung, Kediri, Karang Kates, Buleleng, Lombok Barat dan Sumbawa barat dengan tingkat guncangan skala II MMI. "Dirasakan beberapa orang dan benda ringan bergoyang," ucap Dwikorita.

Kendati demikian, hingga saat ini BMKG belum melakukan pemantauan terkait jatuhnya korban dari gempa bumi berkekuatan 6,9 SR. Menurutnya, BNPB melalui BPPBD setempat akan langsung melakukan pemantauan terkait korban di wilayah dari dekatnya lokasi pusat gempa.

Sehubungan peringatan dini tsunami dinyatakan telah berakhir, maka bagi masyarakat yang mendapatkan peringatan dini tsunami bisa kembali ke tempatnya masing-masing. "Namun masyarakat tetap waspada terhadap gempa bumi susulan," pungkasnya.
Sumber : JPG
Editor : Rinaldi

 

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Miris! Tiga Anak di Siak Setiap Hari Mengemis, Orang Tua Diberi Ultimatum

Tiga anak di Siak tak lagi sekolah dan setiap hari mengemis di jalan. Dinsos turun…

17 jam ago

Fazya-Halda Dinobatkan sebagai Bujang Dara Meranti 2026, Siap Melangkah ke Tingkat Riau

Muhammad Fazya Kurniawan dan Halda Mirsyanda terpilih sebagai Bujang Dara Meranti 2026 dan akan mewakili…

17 jam ago

MUI Ingatkan Warga Jelang Agustusan: Soal Pakaian Karnaval hingga Hadiah Lomba

MUI mengingatkan masyarakat soal ketentuan agama dalam karnaval dan lomba Agustusan, termasuk busana serta penggunaan…

18 jam ago

Target 100 Pohon per Gudep, Wali Kota Pekanbaru Libatkan Pramuka dalam Green City

Wali Kota Pekanbaru mendorong Pramuka menjadi pelopor green city dengan target setiap gudep menanam dan…

18 jam ago

23,6 Kilometer Jalan Rusak di Pekanbaru Sudah Diperbaiki, Ini Ruas yang Masih Digarap

Perbaikan jalan di Pekanbaru terus dikebut. Dari target lebih dari 42 kilometer, sebanyak 23,6 kilometer…

18 jam ago

Karhutla di Inhu Meluas hingga 50 Hektare, Api Mulai Merangsek ke Hutan Primer

Karhutla di Sungai Guntung Hilir, Inhu, meluas hingga 50 hektare dan sulit dipadamkan karena asap…

21 jam ago