Categories: Nasional

Stop Pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati mengatakan peringatan Hari Buruh (May Day) kali ini bersamaan dengan kondisi ekonomi yang sangat berat. Karena itu, Mufida mengingatkan pemerintah tidak menambah beban buruh dengan memaksa melanjutkan pembahasan Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja.

Menurut Kurniasih, langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghentikan klaster ketenagakerjaan dalam Omnibus Law RUU Cipta Kerja sebagai hal baik. Namun, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menganggap hal itu belum cukup.

"Ada sedikit aspirasi yang didengar, kami apresiasi tetapi itu belum cukup," kata Kurniasih dalam siaran persnya, Jumat (1/4).

Menurit dia, RUU Cipta Kerja kompleks dan terhubung dengan banyak UU. Pembahasannya pun harus komprehensif.

"Jika Pak Jokowi tulus mendengarkan suara teman-teman buruh, bukan hanya klaster ketenagakerjaan yang dihentikan pembahasannya, tetapi semua," ungkap dia.

Legislator yang karib disapa Mufida itu menegaskan, Fraksi PKS DPR tetap pada sikapnya untuk tidak akan terlibat di Panitia Kerja Omnibus Law RUU Cipta Kerja selama pembahasannya pada masa pandemi Covid-19. Sebab, ada hal lain yang lebih urgen.

"Ada prioritas lain yang harus dilakukan pemerintah dan DPR selama masa pandemi ini. Bukan dengan mencari kesempatan demi lolosnya RUU Cipta Kerja yang ditentang teman-teman buruh," kata Mufida.

Ia menegaskan, seharusnya buruh diberi berbagai bantuan yang meringankan pada masa situasi sulit akibat pandemi Covid-19 saat ini. Namun, kata dia, yang terjadi justru para buruh dihadapkan pada ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK), tunjangan hari raya (THR) tidak terbayar, pengurangan gaji, dan sederet kabar buruk lainnya.

Di luar negeri pun para pekerja migran Indonesia (PMI) juga mengalami hal serupa, contohnya yang bekerja di Malaysia. "Jadi, tetap ngotot membahas RUU Omnibus Law jelas bukan tindakan bijak," ujar dia.

Sumber: JPNN.Com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Pemko Pekanbaru Targetkan Perbaiki Jalan Rusak Lebih dari 42 Kilometer

Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 kilometer tahun ini, menyasar pusat kota…

19 jam ago

Konsisten Sejak 2019, DBC Kembali Kirim 15 Peserta Meriahkan Riau Pos Fun Bike 2026

Duri Bike Community memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 dengan menurunkan 15 peserta dan…

19 jam ago

Butuh Pegawai Tangguh, BPR Indra Arta Perpanjang Pendaftaran Rekrutmen

BPR Indra Arta Indragiri Hulu memperpanjang pendaftaran rekrutmen pegawai baru hingga 26 Januari untuk menjaring…

19 jam ago

Jalan Berlubang di Pangkalankerinci Dikeluhkan, Pemkab Pelalawan Diminta Bertindak

Warga dan DPRD Pelalawan mendesak pemkab segera menambal jalan berlubang di Pangkalankerinci karena dinilai rawan…

19 jam ago

Bupati Siak Turun Tangan Atasi Kendala Gaji ASN

Pencairan gaji ASN di Kabupaten Siak terkendala administrasi dampak SOTK baru. Bupati Afni memastikan proses…

20 jam ago

Sampah Masih Menumpuk di Pekanbaru, Warga Diminta Ikut Mengawasi

Tumpukan sampah masih ditemukan di Pekanbaru, terutama di Jalan Soekarno Hatta. DLHK mengajak masyarakat ikut…

20 jam ago