jerinx-sid-merasa-terancam
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Musisi Jerinx SID merasa terancam jiwanya usai menyinggung teori konspirasivirus corona atau Covid-19 di dunia. Ia mengungkapkan kekhawatirannya itu sebelum menutup diskusi dengan dr Tirta Mandira Hudhi di Live Instagram pada Rabu (29/4) lalu.
"Kalau saya sampai gimana-gimana besok, lusa atau bulan depan, saya sampai meninggal atau kenapa-kenapa, pelakunya adalah orang yang mengacaukan percakapan hari ini," kata Jerinx SID.
Diketahui, diskusi live mengenai wabah corona antara Jerinx SID dan dr Tirta tiba-tiba harus terhenti lantaran kendala sinyal yang buruk. Penggebuk drum band Superman Is Dead (SID) itu juga menjelaskan hal tersebut melalui video yang diunggah di akun Instagram miliknya.
"Ketika dokter tirta bicara sinyal baik-baik saja, ketika saat saya mencoba membongkar atau menjelaskan tentang teori konspirasi sinyal langsung hancur," ujar Jerinx.
"Apakah itu kebetulan? Kalian itu yang putuskan. Yang jelas kami tidak berusaha membuat situasi seperti itu, kami benar-benar ingin berdiskusi tentang teori konspirasi dan realita rumah sakit, apa adanya," lanjutnya.
Unggahan pria yang tubuhnya dipenuhi tato itu pun langsung menuai komentar dari warganet. Ada yang pro, namun tak sedikit yang kontra.
"Sehat2 terus bli. Next zoom bli ! Youtube live!" tulis akun @dr.tirta.
"Hati-hati bli, live lu dipantau sama elite global. Awas depan rumah ada kang bakso bawa ht," sambung akun @buffmerah_.
Sumber: JPNN.Com
Editor: Rinaldi
BRK Syariah resmi meluncurkan layanan Rahn Gadai Emas di Bintan untuk memperluas akses pembiayaan syariah…
PLN UIP Sumbagteng menggelar sosialisasi PLN Mobile di Tapung Hilir untuk memperluas literasi digital kelistrikan…
Harga karet petani Kuansing kembali naik menjadi Rp20.125 per kilogram. Produksi meningkat seiring membaiknya harga…
Wali Kota Pekanbaru sidak Kecamatan Marpoyan Damai dan menekankan pelayanan cepat serta kenyamanan warga.
Distankan Pekanbaru telah memeriksa 3.754 hewan kurban dan memastikan belum ditemukan kasus penyakit.
Umri melantik wakil rektor baru dan menargetkan penguatan tata kelola kampus menuju standar internasional.