Categories: Nasional

Mensesneg Imbau Warga Tak Mudik

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Menteri Sekertaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengklarifikasi pernyataan juru bicara Presiden Fadjroel Rachman terkait diperbolehkannya warga untuk mudik Idul Fitri. Karena yang benar adalah pemerintah berupaya mengajak masyarakat untuk tidak mudik.

"Pernyataan yang benar adalah, pemerintah mengajak dan berupaya keras agar masyarakat tidak perlu mudik, ini untuk mencegah penyebaran wabah corona," kata Pratikno kepada wartawan, Kamis (2/4).

Pratikno juga menuturkan, pemerintah telah menyiapkan bantuan sosial (Bansos) khususnya untuk 3,6 juta warga DKI Jakarta yang perekonomiannya terdampak wabah corona. Adanya Bansos ini diharapkan, masyarakat tidak pulang ke kampung halamannya.

"Pemerintah menyiapkan bantuan sosial yang diperbanyak penerima manfaatnya dan diperbesar nilainya kepada masyarakat lapisan bawah," beber Pratikno.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun, masyarakat tetap diminta untuk menjaga jarak aman atau physical distancing.

"Jaga jarak aman dan ikuti protokol pencegahan penyebaran Covid19," pungkasnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman mengatakan, tidak ada pelarangan mudik bagi masyarakat yang ingin merayakan hari raya Idul Fitri.

"Presiden Jokowi menegaskan tidak ada larangan resmi bagi pemudik Idul Fitri 2020," ujar Fadjroel dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Kamis (2/4).
Namun demikian, sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, bagi pemudik yang pulang ke kampung halamannya wajib melakukan isolasi secara mandiri selama 14 hari.

"Pemudik wajib melakukan isolasi mandiri selama 14 hari dan berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) sesuai protokol kesehatan (WHO) yang diawasi oleh pemerintah daerah masing-masing," katanya.

Fadjroel juga menegaskan, kebijakan pemerintah tersebut selaras dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21/2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar untuk Percepatan Penanganan Wavah Virus Corona (Covid-19).

Selain itu, pemerintah pusat akan menggencarkan kampanye secara besar-besaran untuk tidak mudik agar bisa menahan laju persebaran virus corona.

"Kampanye ini melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan publik figur," tukasnya.

Namun, pernyataan itu kembali diluruskan oleh Fadjroel yang mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudik, sebagaimana senada dengan pernyataan Mensesneg Pratikno.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

HPT Rohil Berhasil Kumpulkan 150 Kantong Darah di Aksi Donor Darah

HPT Rohil bersama PMI Pekanbaru berhasil mengumpulkan 150 kantong darah dalam kegiatan donor darah di…

42 menit ago

Umri Wisuda 418 Lulusan, Perkuat Langkah Menuju Kampus Unggul

Umri mewisuda 418 lulusan dan terus memperkuat langkah menuju kampus unggul dengan pengembangan fasilitas dan…

52 menit ago

Baru Dua Kecamatan, Program 1 ASN 1 RW Pekanbaru Segera Diperluas

Pemko Pekanbaru mulai menerapkan program 1 ASN 1 RW di dua kecamatan dan akan memperluas…

1 jam ago

Operasional KMP Tirus Normal Lagi, Rute Insit-Mengkapan Kembali Dibuka

KMP Tirus kembali beroperasi melayani rute Insit-Mengkapan usai baling-baling kapal yang tersangkut jaring selesai diperbaiki.

2 jam ago

Penerimaan Murid Baru di Inhil Kini Lebih Transparan dengan Sistem Digital

Dinas Pendidikan Inhil mulai menerapkan Sistem Penerimaan Murid Baru berbasis digital untuk tahun ajaran 2026/2027.

2 jam ago

Bakal Calon Rektor Unri, Prof Jimmi Copriady Usung Kolaborasi dan Inovasi Kampus

Prof Jimmi Copriady dinilai memiliki rekam jejak kuat dan layak maju sebagai bakal calon Rektor…

3 jam ago