Categories: Nasional

Mantan Presiden Afghanistan Hanya Punya Dua Menit untuk Tinggalkan Negaranya

ABU DHABI (RIAUPOS.CO) – Mantan presiden Afghanistan yang digulingkan, Ashraf Ghani, membeberkan detik-detik kelompok Taliban merangsek Istana Presiden dan mengambil alih kekuasaan pada pertengahan Agustus 2021.

Dalam wawancara Radio 4 BBC, Ghani mengaku hanya diberi waktu dua menit  untuk meninggalkan Kabul sebelum ditangkap pasukan Taliban.

Saat itu, Ghani mengatakan ia hanya memiliki waktu kurang dari dua menit untuk bersiap pergi dari Kabul. Penasihat keamanan nasional, papar Ghani, menyuruhnya pergi dalam waktu singkat.

"Pada pagi hari itu, saya tidak punya firasat bahwa pada sore hari, saya akan pergi (meninggalkan Kabul, red)," kata Ghani saat melakukan wawancara dengan mantan Kepala Staf Pertahanan Inggris, Jenderal Nick Carter, seperti dikutip CNN.

Ghani bercerita, otoritas Afghanistan awalnya diberitahu pejuang Taliban tidak akan memasuki Kabul. Namun, ternyata pasukan Taliban berhasil masuk ke Kabul.

Ghani mengatakan, ia sempat menunggu mobil untuk mengantarkannya ke Kementerian Pertahanan. Namun, kendaraan itu tak kunjung datang dan ia malah bertemu dengan Penasihat Keamanan Nasional, Hamdullah Mohib, dan kepala Layanan Perlindungan Presiden Afghanistan (PPS).

"Mereka mengatakan PPS runtuh. Jika saya mengambil sikap, mereka semua akan terbunuh, dan mereka tidak akan mampu melindungi saya," tutur Ghani.

Mohib, yang kala itu berada dalam ketakutan, hanya memberikannya waktu maksimal dua menit untuk bersiap pergi. Awalnya, mereka berencana pergi ke Khost, tetapi gagal karena daerah itu telah dikuasai Taliban.

Saat itu, Ghani dan beberapa ajudannya bingung harus pergi ke mana untuk kabur dari Taliban.

"Hanya pada saat pesawat kami lepas landas, itu menjadi jelas bahwa kami benar-benar pergi," ucap Ghani.

Ghani kini berada di Uni Emirat Arab (UEA). Di awal Taliban mengambil alih kekuasaan, Ghani dituding kabur membawa jutaan uang negara, termasuk emas, ke luar negeri. Namun, Ghani membantah tuduhan bahwa ia kabur dan tak melindungi negara.

"Saya bersedia diperiksa pemeriksaan, seperti yang saya sarankan sebelumnya, segera setelah tuduhan ini diajukan oleh PBB, atau firma investigasi, gaya hidup saya diketahui semua orang. Ini adalah tuduhan," tegas Ghani.

Selain itu, Ghani menilai kejatuhan Afghanistan di tangan Taliban merupakan kesalahan dari keputusannya mempercayai mitra-mitra asing.

"Semua dari kami membuat kesalahan besar dengan berasumsi kesabaran dari komunitas internasional akan terus ada," ucap Ghani.

Banyak warga Afghanistan yang menyalahkan kepemimpinan Ghani atas kejatuhan negara ke tangan Taliban. Ghani pun membela diri dan mengatakan ia dijadikan kambing hitam dan pekerjaan selama hidupnya dihancurkan.

Cerita ini muncul ketika Ghani mengingat kembali kekacauan yang menimpa Afghanistan pada Agustus lalu kala Taliban berkuasa. Beberapa analis memprediksi Kabul tak akan jatuh dalam beberapa pekan atau bulan. Namun, Taliban berhasil berkuasa hanya dalam beberapa jam.

Sejak Taliban berkuasa, Afghanistan di ambang kekacauan. Masyarakat semakin kelaparan dan pembatasan terhadap perempuan semakin meningkat. Tak hanya itu, ada beberapa anggota Taliban yang diklaim melakukan balas dendam pada eks pejabat pemerintahan sebelumnya.

Sumber: AFP/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Justin Hubner Batal ke Piala AFF 2026? Klub Belanda Disebut Tak Beri Izin

Justin Hubner dikabarkan terancam absen di Piala AFF 2026 karena Fortuna Sittard disebut tak memberi…

19 jam ago

Fajar/Fikri Tembus Final China Open 2026 usai Duel Sengit Lawan Tuan Rumah

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melaju ke final China Open 2026 setelah mengalahkan Liang Wei Keng/Wang…

20 jam ago

Bhabinkamtibmas Ikut Turun ke Arena Pacu Jalur, Jadi Timbo Ruang Endang Rumus

Bhabinkamtibmas Polsek Kuantan Mudik Bripka Asril ikut menjadi Timbo Ruang Jalur Endang Rumus dalam Pacu…

20 jam ago

Pemko Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan, 19 Ruas Sepanjang 23 Kilometer Sudah Diaspal

Pemko Pekanbaru telah mengaspal 19 ruas jalan sepanjang 23 kilometer hingga pertengahan 2026 dan terus…

20 jam ago

Harimau Sumatra Muncul di Inhil, Warga Diminta Waspada dan Tak Keluar Sendirian

Harimau sumatra muncul di Desa Danai, Inhil, dan dilaporkan memangsa sapi warga. Polisi meminta masyarakat…

20 jam ago

Polda Riau Tanam Kembali Mangrove Rusak Seluas 118 Hektare di Rohil

Kapolda Riau memimpin penanaman kembali mangrove rusak seluas 118 hektare di Rohil sebagai tindak lanjut…

2 hari ago