DUMAI (RIAUPOS.CO) — Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kota Dumai akhirnya membeli satu unit mini excavator. Alat berat tersebut nantinya berguna untuk kegiatan normalisasi parit kecil di Kota Dumai.
Pengadaan alat berat tersebut memang sudah sejak lama direncanakan. Bahkan, sejak enam tahun lalu. Namun, baru pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Perubahan 2020 rencana itu teralisasasi.
"Pengadaan alat berat tersebut melewati proses yang sangat singkat, yakni melalui e-katalog di Kementrian PUPR, anggaran sekitar Rp 650 juta," ujar Kepala Bidang (Kabid) Alat Berat dan Pembekalan (Alkal) PUPR Kota Kota Dumai, Riski Kurniawan, Senin (30/11).
Ia mengatakan, alat berat tersebut sangat diperlukan. Karena wilayah Dumai Kota merupakan wilayah kerap terjadinya banjir baik akibat air pasang maupun curah hujan. "Alat berat ini sangat perlu untuk membersihkan drainase yang tidak bisa menggunakan excavator besar," ujarnya.
Untuk itu, dirinya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Terutama kepada DPRD Kota Dumai dan Pelaksana harian (Plh) Wali Kota Dumai.
"Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih hari ini telah mendapat penambahan armada alat berat mini excavator. Semoga, dengan penambahan satu unit alat berat ini, bisa dimanfaatkan untuk berbagai permasalahan di masyarakat terutama masalah banjir," ujarnya.
Ia mengatakan, pada tahun depan, akan ada pengadaan alat berat lagi yakni excavator amfibi untuk penanganan banjir dan normalisasi sungai. "Excavator amphibi saat ini menjadi prioritas untuk penanganan banjir di Dumai dan sudah di setujui untuk pengadaan sekitar Rp 7 Milliar," terangnya.(hsb)
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…
Toyota Land Cruiser 300 GR-S yang diduga terkait kasus suap Bupati Kuansing tiba di Rupbasan…
Kasus dugaan pimpinan ponpes menjalin hubungan dengan santri hingga memiliki anak menghebohkan Kuansing. Polisi menyebut…
Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…
Tiga orang meninggal dunia, satu hilang, dan tiga selamat setelah KM Gading 2 tenggelam di…