Categories: Nasional

Masih Terawat seperti 48 Tahun Lalu

Kamar di rumah dinas (rumdin) pernah menjadi tempat singgah Soeharto, presiden kedua RI. Kamar di rumdin Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar, itu terlihat masih asli. Hanya, Tomy Soeharto melakukan sedikit perbaikan saat mengunjungi tempat tesebut di awal 2018.

BAGUS RIO ROHMAN, Muncar, Jawa Pos Radar Genteng

’’AKU ora dong he (saya tidak paham), la kepriye to (bagaimana sih)," kata-kata Jawa ala Jogjakarta itu meluncur dari mulut beberapa warga di Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar, terutama yang sudah berumur sepuh. Hingga kini, logat tersebut masih cukup kental. Maklum, warga di desa itu sebagian besar memang masih keturunan dari Ngayogyakarta Hadiningrat.

Bukan hanya dari bahasa dan logat, sejumlah bangunan rumah joglo ala Jogjakarta juga masih banyak ditemui di perkampungan warga di Desa Tapanrejo. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, rumah joglo mulai ditinggalkan. Banyak warga yang membangun rumah yang mengikuti zaman dengan arsitektur modern.

Dulu kantor Desa Tapanrejo di tengah wilayah desa juga dilengkapi pendopo yang berbentuk joglo ala pendopo Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat. Namun, bangunan tersebut kini mulai direnovasi dan tidak berbeda dengan kantor desa lain di daerah Banyuwangi Selatan. Mungkin, karena kedekatan itulah, Soeharto yang lahir dan besar di Desa Kemusuk, Godean, Jogjakarta, pernah singgah di desa itu pada 1971. Selama kunjungan ke Desa Tapanrejo, penguasa Orde Baru tersebut pernah bermalam di rumdin kepala desa.

Rumdin kepala desa itu berada di belakang kantor desa. Kamar yang digunakan untuk tidur Soeharto yang berukuran 2,5 meter x 2,5 meter tersebut hingga kini masih terawat dengan baik. Tempat tidur, kasur, seprai, dan radio yang dipakai suami Tien Soeharto itu juga masih terawat.

"Semua masih asli," terang Kepala Dusun Krajan, Desa Tapanrejo, Wanidiyanto.

Hingga kini, tidak ada yang berani menempati kamar tersebut. Oleh pemerintah desa, kamar itu sengaja dijaga, dirawat, dan dibuat seperti museum.

"Awalnya, tidak ada yang mengetahui bahwa Pak Soeharto akan datang," jelas Wanidiyanto yang mengaku tahu saat presiden kedua RI tersebut mengunjungi desanya.

Soeharto tiba di Desa Tapanrejo pada 1971 saat malam. Ketika Soeharto datang dan menginap, di desa diadakan pentas seni. Saat presiden kedua RI itu datang, yang menjabat Kepala Desa Tapanrejo adalah Suminto, pensiunan TNI AD berpangkat letnan.

"Yang menunjuk Suminto menjadi kepala desa itu ya Pak Soeharto," cetusnya.

Kunjungan Soeharto sangat membekas di hati masyarakat. Setelah dia pulang, jalan di desa tersebut diaspal. Dam di wilayah itu juga langsung dibangun.

"Untuk mengenang dan wujud rasa hormat, jalan itu kami beri nama Jalan Pelita. Sementara itu, dam dan jembatan diberi nama Soeharto," terang Wanidiyanto.

Selama di Desa Tapanrejo, Soeharto tinggal sehari semalam. Soeharto terlihat sangat sederhana dan merakyat. Bahkan, untuk istirahat malam, dia tidur di ranjang yang sederhana. Rumah yang digunakan untuk tempat tidur itu sebelumnya merupakan tempat lumbung desa.

"Setelah Pak Suminto tidak menjadi kepala desa, tidak ada yang berani menempati rumah itu," ungkap Wanidiyanto.

Sampai kini, rumah yang digunakan untuk beristirahat Soeharto itu masih berdiri kukuh.

Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Pastikan UMK 2026 Dipatuhi, Pemko Pekanbaru Sidak Hotel dan Rumah Sakit

Disnaker Pekanbaru memperketat pengawasan UMK 2026 dengan menyidak hotel dan rumah sakit untuk memastikan gaji…

23 jam ago

Jelang Riau Pos Fun Bike 2026, Peserta Perorangan Tunjukkan Antusiasme Tinggi

Menjelang Riau Pos Fun Bike 2026, antusiasme peserta perorangan terus meningkat. Iven gowes massal ini…

23 jam ago

Tersedak Paku Masuk ke Paru-Paru, RSUD Arifin Achmad Tangani Tanpa Operasi

RSUD Arifin Achmad berhasil menangani kasus langka pasien tersedak paku hingga ke paru-paru tanpa operasi…

24 jam ago

Polisi Bongkar Dugaan TPPO di Bengkalis, 12 Orang Diamankan

Polres Bengkalis menggerebek rumah di Bandar Laksamana yang diduga jadi penampungan PMI ilegal. Empat terduga…

24 jam ago

Belajar Jadi Jurnalis, Puluhan Siswa SMP Global Andalan Kunjungi Redaksi Riau Pos

Puluhan siswa SMP Global Andalan mengikuti outing class ke Riau Pos untuk belajar jurnalistik, mengenal…

1 hari ago

Wali Kota Turun Langsung, New Paragon KTV Disegel Usai Video Viral

Pemko Pekanbaru menyegel New Paragon KTV usai viral video pesta waria. Pemeriksaan masih berlangsung, izin…

2 hari ago