Categories: Nasional

Dosen Faperta Unri Kembangkan Agrobisnis Berbasis Limbah Usaha Jamur Tiram

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Keinginan wirausahawan muda bernama Solihin, mahasiswa Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Riau (Unri) untuk mengembangkan usahanya terjawab. Sebelumnya, Solihin ingin mengembangkan usaha pertanian berbasis limbah usaha yang ia lakukan yaitu budidaya jamur tiram.

Usaha budidaya jamur tiram yang beralamat di Jalan Elang Sakti Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru ini didirikan oleh Solihin pada tahun 2018. Ia merintis usaha itu sebab melihat besarnya permintaan masyarakat Kota Pekanbaru terhadap jamur tiram.

Melihat usaha dan keinginan kuat dari wirausahawan muda itu, dosen Faperta Unri pun tertarik membantu Solihin melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Isna Rahma Dini MSi selaku Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat menyebutkan bahwa rata-rata produksi jamur tiram oleh Solihin setiap harinya dapat mencapai 15-40 kg. 

"Besarnya jumlah produksi jamur yang dilakukan disebabkan banyaknya jumlah baglog yang Solihin miliki sebagai media pertumbuhan jamur tiram tersebut. Sampai saat ini, jumlah baglog yang Solihin miliki yaitu sebanyak 11.000 bush baglog yang terdiri atas 6.000 baglog yang masih berproduksi, 2.000 baglog baru dan belum berproduksi, dan 3.000 buah

baglog yang sudah menjadi limbah karena tidak mampu memproduksi jamur lagi,” bebernya.

Selama ini, limbah baglog yang dihasilkan dari usaha budidaya jamur ini dimanfaatkan oleh peternak cacing untuk usaha budidaya cacing tanah. Melalui kegiatan pengabdian ini, limbah baglog tersebut dimanfaatkan langsung oleh Solihin untuk budidaya cacing African Night Crawler (ANC). 

Cacing ini dapat dimanfaatkan untuk obat-obatan seperti penyakit tifus. Selain itu, kandungan protein yang tinggi yang dimiliki

oleh cacing ANC ini membuat cacing ini dapat berpotensi juga untuk dikembangkan menjadi pakan ikan. Oleh sebab itu, sebagai upaya pengembangan pemanfaatan produksi cacing ini, selanjutnya juga akan dikembangkan pembuatan pakan berbahan baku tepung cacing sehingga dapat menjadi pakan alternatif pada usaha budidaya ikan yang juga sudah dilakukan pada pengabdian ini.

"Solihin juga memproduksi pupuk kascing (pupuk organik bekas cacing) yang dapat dimanfaatkan untuk usaha budidaya tanaman. Pupuk kascing yang akan dikembangkan oleh Solihin ini berbeda dengan pupuk kascing pada umumnya," sambung Isna.

Hal ini disebabkan karena pupuk kascing mengandung mikrob lokal hasil penelitian tim pengabdian yang menjadi keunggulan pada pupuk kascing tersebut sehingga disebut sebagai pupuk kascing plus.

"Mikrob lokal ini terdiri atas bakteri dan jamur yang berfungsi sebagai pemacu pertumbuhan tanaman dan juga dapat menjadi perlindungan tanaman yang diberikan pupuk kascing plus ini," jelas Isna lagi.

Atas latar belakang tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat yang diketuai oleh Isna bersama tim dosen lain Fakultas Pertanian lainnya (Prof Hapsoh, Rachmad Saputra MSc, Desita Salbiah MSi, dan Sri Yoseva MP) serta mahasiswa Kukerta Balek Jampung Kelurahan Simpang Baru melakukan pengabdian Pengembangan Agrobisnis Pertanian Terpadu Organik pada Usaha Mahasiswa D'jamuran Pekanbaru dengan Penerapan Iptek Mikrob Lokal pada usaha D'Jamuran yang dimiliki oleh Solihin sebagai mitra dari pengabdian ini. Isna menyebutkan bahwa pengabdian ini merupakan wujud teraplikasikannya IPTEK yang dimiliki oleh tim pengabdian pada mitra.

“Dampak dari kegiatan pengabdian ini yaitu diharapkan dapat meningkatkan pendapatan Solihin sebagai mitra dalam pengembangan usaha pertanian terpadu melalui produk cacing dan pupuk kascing plus berbasis limbah baglog dari usaha budidaya jamur yang ia lakukan. Selain itu, diharapkan

agar usaha Solihin ini juga dapat menjadi contoh sentra pertanian terpadu berbasis usaha budidaya jamur tiram di Kota Pekanbaru," terangnya di akhir wawancara.(ifr)

Laporan: Siti Azura (Pekanbaru)

Editor: Eka G Putra

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

85.425 Kendaraan di Kuansing Nunggak Pajak, Total Tunggakan Tembus Rp20,7 Miliar

Sebanyak 85.425 kendaraan di Kuansing tercatat menunggak pajak dengan total Rp20,7 miliar. Pemilik kendaraan diminta…

20 jam ago

Revitalisasi Pasar Bawah Mangkrak, Wako Pekanbaru Minta Maaf ke Pedagang

Revitalisasi Pasar Bawah Pekanbaru baru mencapai 60 persen meski ditargetkan selesai 2025. Wako minta maaf…

22 jam ago

Parkir di Halaman Minimarket Ditagih Rp15 Ribu, Jukir Liar Kabur Saat Didatangi Petugas

Jukir liar diduga meminta tarif parkir Rp15 ribu di Jalan Sudirman Pekanbaru. Dishub turun tangan…

22 jam ago

77 Peserta Lolos ke Tahap Wawancara Seleksi Kepala Sekolah di Inhu, Pendaftarnya Ternyata Minim

Sebanyak 77 peserta mengikuti uji kompetensi seleksi kepala sekolah TK, SD, dan SMP Negeri di…

22 jam ago

Malam Ini! Habib Syech Hadir di Masjid Raya Annur, Warga Diajak Ramaikan Riau Bershalawat

Riau Bershalawat bersama Habib Syech digelar Senin malam di Masjid Raya Annur Pekanbaru. Masyarakat dan…

23 jam ago

Harga BBM Pertamina Terbaru Agustus 2026: Pertamax Turbo Turun Rp1.000 per Liter

Harga BBM non-subsidi Pertamina turun mulai 1 Agustus 2026. Pertamax Turbo, Pertamax, dan Pertamax Green…

23 jam ago