terungkap-varian-delta-lebih-banyak-di-hidung-dan-tenggorokan
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Varian Covid-19 Delta dipastikan jauh lebih menular daripada penyakit lain yang juga disebabkan oleh virus. Varian Delta bisa menembus perlindungan yang diberikan oleh vaksin dan dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah daripada semua versi lain dari virus corona. Virusnya dibawa kemana-mana oleh sang penderita dan berada di hidung dan tenggorokan.
Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dr. Rochelle Walensky mengakui orang yang divaksinasi tetap bisa membawa virus di hidung dan tenggorokan mereka. Bahkan
yang sama banyaknya dengan orang yang tidak divaksinasi. “Dan dapat menyebarkannya dengan mudah,” katanya.
Menurutnya, varian Delta lebih menular daripada virus yang menyebabkan sindrom pernapasan Timur Tengah, sindrom pernapasan akut yang parah, Ebola, flu biasa, flu musiman dan cacar air seperti salinan yang diperoleh The New York Times dan pertama kali dilaporkan oleh The Washington Post.
Isi dokumen tersebut mencerminkan kekhawatiran di antara para ilmuwan CDC tentang penyebaran varian Delta di seluruh negeri. CDC sangat prihatin dengan data yang masuk bahwa Delta adalah ancaman yang sangat serius yang membutuhkan tindakan sekarang.
Ada 71 ribu kasus baru rata-rata sehari di Amerika Serikat. Data baru menunjukkan bahwa orang yang divaksinasi menyebarkan virus dan berkontribusi pada angka-angka itu, meskipun mungkin pada tingkat yang jauh lebih rendah daripada yang tidak divaksinasi.
Pedoman memakai masker untuk orang yang divaksinasi kink diperlukan. CDC merekomendasikan agar orang yang divaksinasi memakai masker di dalam ruangan di tempat umum di komunitas dengan penularan virus yang tinggi.
“Mengingat transmisibilitas yang lebih tinggi dan cakupan vaksin saat ini, penyembunyian universal sangat penting,” kata dokumen itu.
Data badan tersebut menunjukkan bahwa orang dengan sistem kekebalan yang lemah harus memakai masker bahkan di tempat-tempat yang tidak memiliki penularan virus yang tinggi. Begitu juga orang Amerika yang harus divaksinasi yang berhubungan dengan anak kecil, orang dewasa yang lebih tua, atau orang yang rentan.
Jumlah Virus Lebih Banyak
Jika seseorang tertular varian Delta bisa memiliki jumlah virus di saluran pernapasan sepuluh kali lipat lebih tinggi daripada yang terlihat pada orang yang terinfeksi varian Alpha, menurut CDC. Jumlah virus pada seseorang yang terinfeksi varian Delta adalah seribu kali lipat lebih banyak daripada yang terlihat pada orang yang terinfeksi dengan versi asli virus.
Dokumen CDC bergantung pada data dari berbagai penelitian, termasuk analisis wabah baru-baru ini di Provincetown, Massachusetts. Analisis terperinci dari penyebaran kasus menunjukkan bahwa orang yang terinfeksi varian Delta membawa sejumlah besar virus di hidung dan tenggorokan mereka, terlepas dari status vaksinasi.
Sumber: Jawapos.com
Editor: E Sulaiman
Grand Zuri Pekanbaru gelar Showcase Iftar Nusantara Ramadan 2026, perkenalkan paket buka puasa untuk klien…
PTPN IV PalmCo salurkan 6 juta bibit sawit bersertifikat, dampingi 93 koperasi dan dorong sertifikasi…
Mitsubishi hadirkan Destinator 55th Anniversary Edition berbasis varian tertinggi, berstatus limited dengan harga Rp520,5 juta.
Rayakan HUT ke-7, The Zuri Hotel Pekanbaru gelar donor darah dan kumpulkan 63 kantong untuk…
Pegadaian perkuat posisi sebagai investasi emas nomor 1, tawarkan layanan mudah, aman, dan dukung misi…
Polresta Pekanbaru ubah nama tiga Polsek sesuaikan pemekaran wilayah, demi permudah layanan kepolisian bagi masyarakat.