Categories: Nasional

Ini 3 Tips Agar Berat Badan Tak Naik Usai Lebaran

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Puasa bermakna menahan lapar dan haus serta pengendalian diri. Makna pengendalian diri tersebut salah satunya dengan mengendalikan pola makan. Setelah menang menahan diri saat berpuasa, jangan sampai lupa diri ketika Lebaran dengan menyantap semua hidangan dalam porsi terlalu berlebihan.

Ahli Spesialis Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam, mengatakan jangan sampai setelah Lebaran bobot tubuh malah melonjak tajam.

“Puasa adalah menahan makan dan minum. Puasa juga membawa makna adanya pengendalian diri. Dampak dari menahan makan dan mengendalikan makan adalah penurunan berat badan. Ingat bagaimana Islam menganjurkan kita untuk tidak berlebihan-lebihan,” katanya kepada wartawan baru-baru ini.

Pada saat puasa, kata dia, seharusnya kita bisa mengendalikan nafsu makan kita. Sehingga secara mudah kalau kita benar-benar melaksanakan puasa, berat badan menjadi patokan.

“Berat badan semestinya turun. Asupan makan yang kurang selama berpuasa akan menyebabkan asupan kalori berkurang dan hal ini akan berdampak pada penurunan berat badan. Sehingga bagi orang-orang yang berpuasa dan berat badannya tidak turun bahkan berat badannya naik, boleh disebutkan bahwa sebenarnya tidak melaksanakan puasa dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Bagaimana cara mencegahnya?

1. Cek Berat Badan

Cara untuk mencegah kenaikan berat badan, sederhana saja. Datang ke alat timbang berat badan dan ukur berat badan anda.

Jika berat badan turun itu berarti anda telah melakukan puasa sesuai anjuran.

2. Kendalikan Kembali

Jika berat badan tetap atau bahkan naik berarti kita telah salah memaknai puasa, karena kita tidak melakukan pengendalian diri dalam hal mengonsumsi makan dan minum, padahal kita sudah dikasih kesempatan untuk mengatur makan. Maka saat Lebaran, cobalah untuk membatasi porsi dan mengendalikan diri sendiri. Jika tidak, maka pasca Lebaran berat badan kita akan naik berlebih-lebihan dan bahkan lebih parah daripada sebelum puasa Ramadhan.

3. Puasa Syawal

Dampak kita mengurangi makan, radikal bebas yang bersifat ‘racun’ akan menurun dan sebaliknya anti oksidan (anti racun) dalam tubuh kita akan meningkat. Masih ada waktu untuk memperbaiki dan menahan diri untuk tidak berlebih-lebihan dalam menkonsumsi makan dan minum. Untuk menahan godaan cukup besar di hari Lebaran, kita dianjurkan untuk puasa sunah Syawal sebagai upaya agar kita bisa tetap menjaga untuk selalu mengendalikan diri.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

10 jam ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

10 jam ago

Hujan Lebat Guyur Kuansing, Salat Istisqa Dialihkan Jadi Tausyiah dan Doa Bersama

Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…

10 jam ago

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Dibekuk

Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…

11 jam ago

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

1 hari ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

1 hari ago