duh-gelar-pesta-ulang-tahun-palsu-untuk-sandera-23-anak
JAKARTA (RIAUPOS.C)O) — Subhash Batham sakit hati. Pria asal Distrik Farrukhabad, Uttar Pradesh, India, itu dihukum atas tuduhan pembunuhan pada 2001. Dia bebas dengan jaminan. Batham yakin bahwa para tetangganya berperan atas penahan dirinya. Ingin balas dendam, Batham akhirnya menyusun rencana.
Kamis (30/1) dia menggelar pesta ulang tahun untuk putrinya yang masih berusia setahun. Anak-anak tetangga di sekitarnya diundang. Sebanyak 23 anak-anak, mulai usia 6 bulan hingga 15 tahun, datang. Begitu semua sudah masuk rumah, Batham mengunci pintu dan menyandera mereka. Tak pernah ada pesta, itu hanya akal-akalannya.
Saat anaknya tak pulang-pulang, para orang tua mulai berdatangan. Batham sempat menembakkan senjata apinya. Panik, penduduk akhirnya memanggil polisi. Baku tembak terjadi hingga 10 jam. Batham hanya melepaskan bayi yang masih berusia 6 bulan.
"Kami mencoba untuk masuk rumah dan dia terbunuh dalam baku tembak," ujar Dirjen Polisi Uttar Pradesh Om Prakash Singh seperti dikutip BBC.
Istri Batham yang berusaha melarikan diri dikejar oleh penduduk. Dia dilempari dengan batu sebelum akhirnya diamankan polisi. Nahas, perempuan tersebut meninggal di rumah sakit. Belum diketahui nasib anaknya yang masih bayi.
Sumber : Jawapos.com
Editor : Rinaldi
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…
Toyota Land Cruiser 300 GR-S yang diduga terkait kasus suap Bupati Kuansing tiba di Rupbasan…
Kasus dugaan pimpinan ponpes menjalin hubungan dengan santri hingga memiliki anak menghebohkan Kuansing. Polisi menyebut…
Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…
Tiga orang meninggal dunia, satu hilang, dan tiga selamat setelah KM Gading 2 tenggelam di…