Categories: MUI Menjawab

Dari Formalitas Menuju Istiqamah: Menghidupkan Makna Ramadan

Assalamualaikum Pak Ustaz, perkenalkan, nama saya Yunita. Saya seorang muslimah dan ingin bertanya: bagaimana cara menghindari semangat awal Ramadan yang hanya bersifat formalitas?

Jawaban

Pertanyaan ini sangat penting. Sering kali di awal Ramadan semangat kita begitu tinggi. Ucapan selamat Ramadan tersebar di mana-mana, masjid penuh, media sosial ramai dengan berbagai unggahan bernuansa religi. Namun, tidak jarang semangat itu perlahan memudar setelah beberapa hari Ramadan berlalu.

Agar Ramadan tidak hanya menjadi semangat sesaat yang sebatas formalitas, kita perlu kembali kepada tujuan utamanya. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 183 bahwa tujuan puasa adalah membentuk pribadi kita menjadi orang yang bertakwa. Artinya, sejak awal kita harus meluruskan niat bahwa Ramadan bukan sekadar tradisi tahunan atau suasana religius yang datang dan pergi, melainkan momentum untuk membentuk diri menjadi pribadi yang lebih taat dan lebih baik secara istiqomah.

Salah satu caranya adalah dengan menetapkan target ibadah yang realistis dan berkelanjutan. Tidak perlu langsung membuat target yang terlalu tinggi hingga sulit dipertahankan. Fokuslah pada kualitas dan keistiqamahan. Rasulullah SAW bersabda bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan terus-menerus meskipun sedikit (HR. Bukhari dan Muslim). Konsistensi inilah yang menjaga semangat tetap hidup hingga akhir Ramadan.

Selain itu, perbanyaklah ibadah yang tersembunyi, seperti sedekah tanpa diketahui orang lain, doa dalam kesunyian, dan istighfar yang tulus. Amalan yang tidak terlihat manusia lebih menjaga keikhlasan dan menjauhkan kita dari riya. Dengan begitu, Ramadhan tidak hanya menjadi tampilan luar semata, tetapi benar-benar menjadi proses penyucian hati.

Ramadan juga mengajarkan pengendalian diri secara menyeluruh. Bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan dari dusta, hati dari iri dan dengki, serta sikap dari amarah. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa Allah tidak membutuhkan puasa seseorang yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan buruk (HR. Bukhari). Inti dari Ramadan sebenarnya adalah perbaikan sikap dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Kita pun perlu menyadari bahwa belum tentu kita dipertemukan dengan Ramadan berikutnya. Para sahabat dahulu berdoa berbulan-bulan agar dipertemukan dengan Ramadan dan agar amal mereka diterima. Kesadaran ini seharusnya menumbuhkan kesungguhan dalam menjalani setiap harinya.

Di atas semua itu, jangan lupa untuk terus memohon kepada Allah agar diberi keistiqamahan. Hati manusia mudah berubah, dan hanya Allah yang mampu meneguhkannya.

Pada akhirnya, Ramadan adalah ruang pembelajaran untuk membentuk ketakwaan, bukan sekadar perayaan yang datang setahun sekali. Keberhasilannya tidak diukur dari semangat yang berkobar di hari-hari pertama, melainkan dari perubahan nyata yang tetap hidup bahkan setelah Ramadan berlalu.***

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Kuansing Dapat Tambahan Dana Rp70 Miliar, Gaji PPPK dan TPP ASN Jadi Prioritas

Kuansing mendapat tambahan dana Rp70 miliar dari Kemenkeu. Dana diprioritaskan untuk gaji ASN, PPPK, dan…

10 jam ago

290 Bilik Santri Ludes Terbakar, Bupati Kampar Langsung Turun ke Ponpes Syekh Burhanuddin

Kebakaran menghanguskan 290 bilik santri Ponpes Syekh Burhanuddin Kampar. Pemkab bergerak cepat mendirikan tenda dan…

10 jam ago

Harga Kelapa Anjlok, Ratusan Mahasiswa dan Petani Kepung Kantor Bupati Inhil

Ratusan mahasiswa dan petani kelapa menggelar aksi di Kantor Bupati Inhil. Mereka mendesak pemerintah memperjuangkan…

12 jam ago

7.341 PKH dan 10.428 Sembako Kemensos Proses Penyaluran, Terlibat Pinjol dan Judol Tak Lagi Mendapat Bantuan

Penerima bansos di Siak menurun pada triwulan III. Dinsos menyebut pindah, pinjol hingga judol sebagai…

12 jam ago

Pasien Koma Meninggal Usai Dirujuk ke Pekanbaru, Keluarga Ungkap Kronologinya

Video pasien koma viral di media sosial. Keluarga menyoroti lamanya proses rujukan, sementara RSUD Bagansiapiapi…

12 jam ago

14 Tim Basket Kampar dan Rohul Berebut Juara di Riau Pos-HSBL 2026

Sebanyak 14 tim basket pelajar Kampar dan Rohul siap bertarung di Riau Pos-HSBL 2026 Seri…

12 jam ago