Categories: Pekanbaru

Rusak Pohon, Warga Ditegur

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Warga Kota Pekanbaru dilarang untuk merusak dan membunuh pohon-pohon pelindung di tepi jalan. Karena selain milik pemerintah, pohon pelindung juga dijadikan tempat ruang terbuka hijau dan pohon bermanfaat untuk mengurai polusi udara.

Rabu (30/10), seorang warga di Jalan Embun Pagi, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya didatangi aparat pemerintahan. Mulai dari Ketua RW 05 Arditiawarman, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Tangkerang Labuai Mirshal, Sekretaris Lurah Tangkerang Labuai Azwar, dan Lurah Tangkerang Labuai Joko Arif Santoso.

Pasalnya, di depan rumah warga tersebut terdapat pohon pelindung yang sengaja dikupas kulitnya dengan tujuan membunuh pohon. Warga tersebut mengaku melakukan hal itu karena tak ingin akar-akar pohon merusak drainase dan pagar rumahnya.

"Seperti kita lihat ini, warga mengupas kulit pohon yang berada di depan rumahnya. Meskipun  mereka beralasan pohon merusak drainase dan pagar rumah, mereka seharusnya berkoordinasi dahulu dengan kita sebagai RW setempat," kata Ketua RW 05 Arditiawarman kepada Riau Pos di lokasi, Rabu (30/10).

Ardi mengatakan, pohon-pohon tersebut diduga dikupas beberapa waktu lalu karena dilihat dari bekas kupasannya masih terlihat bergetah. "Tentu kami tidak mau warga kami berurusan dengan hukum karena merusak pohon secara sepihak dengan tidak ada koordinasi dengan kami," katanya lagi.

Sementara itu, Lurah Tangkerang Labuai Joko Arif Santoso meminta warga agar berkoordinasi terlebih dahulu sebelum merusak atau memotong pohon yang berada di pinggir jalan. "Kalau pohon pelindung itu mengganggu, laporkan ke RT atau RW, baru kemudian kami lapor ke Dinas PUPR atau DLHK untuk mencari solusinya," kata Joko.(*4/yls)

Laporan MUSLIM NURDIN, Bukit Raya

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Resahkan Warga, Dua Warung Remang-remang di Kuantan Mudik Ditertibkan Polisi

Polsek Kuantan Mudik menertibkan dua warung remang-remang di Bukit Betabuh setelah menerima keluhan warga. Lima…

2 jam ago

PETI di Kampar Kiri Digerebek, Satu Operator Ekskavator Diamankan Polisi

Polisi membongkar aktivitas PETI di Kampar Kiri Hulu dan mengamankan operator ekskavator. Sejumlah peralatan tambang…

9 jam ago

Warga Rambah Sempat Krisis Air Bersih, Ternyata Kabel Pompa Dicuri

Warga Rambah sempat kesulitan air bersih setelah kabel pompa distribusi di Desa Pawan dicuri. Aliran…

9 jam ago

Dosen Unilak Bekali Siswa SMKN 1 Kandis Jurus Branding Digital dan Hitung Harga Jual

Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…

1 hari ago

Air Sungai Singingi Kembali Keruh, PETI Diduga Jadi Penyebab

Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…

1 hari ago

Tempuh 192 Km Selama 22 Jam, Goweser Paliko Siap Meriahkan Gowes Merdeka 2026

Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…

1 hari ago