Categories: Pekanbaru

Per Hari, 2.000 Lebih Sampel Swab Diperiksa

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kapasitas pemeriksaan sampel swab di laboratorium biomolekuler RSUD Arifin Achmad saat ini terus ditingkatkan. Per harinya, laboratorium biomolekuler RSUD Arifin Achmad bisa memeriksa hingga 2.000 sampel.

Kepala Dinas Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir me­ngatakan, saat ini laboratorium biomolekuler RSUD Arifin Achmad memang terus meningkatkan kapasitas pemeriksaan sampel swab per harinya. Hal tersebut karena saat ini angka positif Covid-19 di Riau juga sedang tinggi.

"Laboratorium bio­molekuler RSUD Arifin Achmad sudah bisa memeriksa sampel swab per harinya mencapai 2000 lebih sampel. Jumlah sampel harian yang diperiksa ini terus meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya,"kata Mimi.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan terus meningkatnya kapasitas pemeriksaan sampel swab tersebut, maka proses tracing kontak pasien positif Covid-19 akan lebih cepat dilakukan. Karena pasien positif akan lebih cepat diketahui.

"Kalau cepat diketahui pasien positif, maka proses tracing nya juga bisa lebih cepat. Dengan demikian, rantai penyebaran Covid-19 bisa segera diputus sehingga tidak menjangkiti banyak orang,"sebutnya. 

Secara keseluruhan, hingga saat ini laboratorium biomolekuler RSUD Arifin Achmad sudah memeriksa sampel swab hingga 324.189 spesimen.

"Sesuai arahan dari bapak presiden saat kunjungan ke Riau beberapa waktu lalu, kontak tracing harus ditingkatkan yakni per satu orang positif di tracing 15 orang,"ujarnya.

Sementara itu, alhi epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan mengatakan, meningkatnya pasien positif Covid-19 di Riau belakangan ini disinyalir dampak lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah lalu. Dimana dampaknya baru terlihat dua pekan setelah perayaan Idul Fitri.

"Memang estimasi kami satu sampai dua pekan pasca lebaran kasus Covid-19 akan naik di Riau,"kata dr Wildan.

Selain itu, demikian dr Wildan, masih banyaknya masyarakat yang memaksakan diri untuk mudik dan banyaknya yang lolos melakukan mudik saat pembatasan kegiatan mudik juga menjadi salah satu indikator.

"Karena mobilitas orang sangat berperan dalam penularan Covid-19. Oleh sebab itu, pelacakan kontak erat harus lebih diperkuat yakni 15 orang per kasus konfirmasi positif,"katanya.(sol)
 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Bupati Inhu Dorong UMKM Urus Sertifikat Halal Gratis, OPD Diminta Aktif Dampingi

Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…

23 jam ago

APHI Riau Dorong Pelaku Usaha Hutan Garap Peluang Bisnis Karbon Lewat Aturan Baru

APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…

1 hari ago

Diterjang Ombak Besar, Speedboat Rute Kuala Tungkal–Sungai Guntung Karam, Seluruh Penumpang Selamat

Speedboat SB Karya Budi karam diterjang ombak besar di perairan Mandah, Inhil. Berkat kesigapan nakhoda,…

1 hari ago

16 ASN Pemko Pekanbaru Resmi Dilantik, Wako Agung: Kinerja Akan Terus Dievaluasi

Pemko Pekanbaru melantik 16 ASN dalam mutasi dan rotasi jabatan. Wali Kota Agung Nugroho menegaskan…

1 hari ago

Masih Nekat Buang Sampah Sembarangan, 29 Pelanggar di Pekanbaru Ditindak DLHK

DLHK Pekanbaru menindak 29 pelanggar yang membuang sampah sembarangan selama Januari-Juni 2026. Denda Rp11,95 juta…

1 hari ago

Aksi Standing di Jembatan Rantau Berangin Berujung Petaka, Pemuda Kampar Jatuh ke Sungai Kampar

Seorang pemuda di Kampar diduga terjatuh ke Sungai Kampar usai melakukan aksi standing di atas…

1 hari ago