peringati-earth-hour-dafam-hotel-padamkan-lampu
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Seperti tahun-tahun sebelumnya, Hotel Dafam Pekanbaru yang berlokasi di Jalan Sultan Syarif Qasim Kav 150 kembali mengadakan pemadaman lampu dalam rangka mengampanyekan program Jam Bumi atau yang lebih dikenal dengan Earth Hour.
Sales Admin Hotel Dafam Pekanbaru Ida Sagita menjelaskan, program yang digagas oleh WWF atau World Wide Fund For Nature dan Leo Burnett ini pertama kali dilakukan di 2007 untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan perlunya tindakan serius menghadapi perubahan iklim dunia.
"Kegiatan ini serentak dilakukan di seluruh dunia pada pukul 20.30-21.30 waktu setempat, Sabtu (26/3). Tidak kurang dari seratus lilin disusun membentuk angka 60+ dengan maksud 60 menit pemadaman lampu di lobby area Hotel Dafam Pekanbaru," katanya, Senin (28/3) .
Ia melanjutkan, selama enam puluh menit, lampu dipadamkan dan diganti dengan lilin. Seluruh lobby menjadi gelap dan hanya bermandikan cahaya dari lilin saja. Program tersebut disaksikan oleh para tamu yang ada di lobby dan juga menarik perhatian bagi para tamu. "Pemadaman ini hanya dilakukan di area lobby saja. Untuk kamar hanya diberi surat ajakan untuk turut serta kampanye Earth Hour ini," imbuhnya.
Kegiatan ini telah menjadi program tahunan Dafam Hotel Management sebagai bentuk partisipasi dalam menyikapi perubahan iklim dunia. "Kami berharap, kegiatan ini dapat membangkitkan kesadaran seluruh pihak terutama para tamu kami agar lebih bijak menggunakan listrik. Ada juga para tamu yang tidak mengetahui tentang program Earth Hour, lalu kami beri edukasi atau penjelasan mengenai Earth Hour ini," ujarnya.(anf)
Jemaah haji asal Pekanbaru resmi diberangkatkan ke Arab Saudi. Kanwil Haji Riau ingatkan jemaah fokus…
Sebanyak 29 warga Belanda datang ke Desa Koto Kombu, Kuansing, untuk napak tilas sejarah keluarga…
Debit Sungai Kuantan di Kuansing mulai surut usai banjir dua hari. BPBD mencatat 526 rumah…
Riezka Rahmatiana dorong ketahanan pangan di Riau lewat pengelolaan lahan tidur menjadi lahan produktif bersama…
Rahmadani (13), bocah yang tenggelam di Sungai Kampar, ditemukan meninggal dunia setelah pencarian intensif selama…
Ratusan warga Bengkalis menyerbu pasar murah Minyakita dan beras SPHP. Stok cepat habis, pemerintah siapkan…