Warga bergotong royong melakukan perbaikan Jalan Rambutan dengan penimbunan menggunakan material pasir dan semen, Rabu (29/5/2024). (Dofi Iskandar/riau pos)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Warga di Jalan Rambutan, Kecamatan Marpoyan Damai bergotong royong melakukan penimbunan jalan berlubang di jalan tersebut, Rabu (29/5).
Beberapa titik akses di Jalan Rambutan menuju Jalan Arifin Achmad tersebut sudah rusak dan berlubang sehingga membahayakan pengguna jalan.
Penimbunan lubang dilakukan dengan menggunakan material pasir yang dicampur semen. Di lokasi perbaikan jalan, warga menyediakan kotak donasi untuk biaya material dan operasional perbaikan jalan.
”Kondisi jalan sudah sangat membahayakan para pengendara yang melintas. Apalagi kalau musim hujan, jalan berlubang menyebabkan genangan air sehingga sangat membahayakan pengguna jalan terutama kendaraan roda dua,” ujar Ilham, pengendara roda dua yang tengah melintas.
Dirinya berharap agar Pemerintah Kota Pekanbaru bisa memperhatikan kondisi jalan yang rusak tersebut dan segera melakukan perbaikan dengan cara diaspal. Pasalnya, perbaikan yang dilakukan oleh warga dengan cara semenisasi tersebut hanya bersifat sementara.
”Ini hanya bersifat sementara saja, untuk mengantisipasi agar tidak membahayakan kendaraan yang tengah melintas. Kalau jalannya berlobang, dan gak segera ditimbun, nanti tiba-tiba terlindas kendaraan kan bisa terjatuh, makanya warga melakukan perbaikan dengan cara ditimbun menggunakan material semen,” ujarnya.(dof)
Pemerintah perpanjang batas lapor SPT hingga 30 April 2026. Wajib pajak kini punya waktu tambahan…
Polisi musnahkan 9 rakit PETI di Inhu dan Kuansing. Pelaku diduga kabur sebelum petugas tiba…
Warga Bagansiapiapi antre BBM hingga 1 jam usai Lebaran. Lonjakan konsumsi picu antrean, pemerintah pastikan…
Pemko Pekanbaru perketat kriteria bantuan pangan, namun jumlah penerima naik jadi 63 ribu KK lewat…
Lubang besar di Jalan HR Soebrantas Pekanbaru membahayakan pengendara. Warga minta segera diperbaiki karena rawan…
Karhutla di Rupat Bengkalis meluas hingga 50 hektare. Kemarau, akses sulit, dan minim air jadi…