Categories: Pekanbaru

Pembangunan Pasar Induk Dikritik

(RIAUPOS.CO) — PEMBANGUNAN pasar induk yang direncanakan oleh Pemko Pekanbaru sejak 2016 lalu, sampai saat ini belum terlihat nyata pembangunannya. Lahan yang sudah disiapkan untuk itu, saat ini meninggalkan tanda tanya besar bagi kontraktor pembangunannya.

DPRD Kota Pekanbaru beranggapan kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut tidak mampu.

‘’Mampu apa tidak kontraktornya untuk merealisasikan itu. Kalau tidak mampu kami minta untuk mundur saja,’’  tegas Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, H Fathullah SH, saat di wawancarai Riau Pos soal progres pasar induk Pemko itu. Di mana lagi-lagi Pemko kembali memberi waktu kepada kontraktor yang kini sudah di capnya wanprestasi itu.

Dia menyarankan, supaya Pemko dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan selaku leading sektornya untuk tegas terhadap kontraktor pelaksana pembangunannya. Ditegaskan juga, jika kontraktor tidak bisa memenuhi target, disarankan untuk diganti saja.

“Karena memang jika tidak tegas terhadap kontraktor pelaksana pembangunan, maka pasar induk tidak akan pernah tercapai,” kata Fathullah.

Saat ini, terhadap kontraktor, Pemko dinilai terlalu longgar, dengan memberikan dispensasi yang berlebihan (tambahan waktu lagi). Padahal sudah jelas sampai saat ini juga tidak ada progres yang tampak, kecuali hanya tonggak pondasi. Mestinya saat ini sudah rampung pembangunan pasar itu.

“Kan sudah jelas juga, tidak bisa membuktikan kinerja yang ditarget kan. Jadi cukuplah, jangan terlalu longgar dengan kontraktor itu, jika tidak mampu mereka ya ganti sajalah, tunggu apalagi?” papar politisi Gerindra ini.

Mengapa mesti tegas? Karena memang, ujar Fathullah soal pasar induk ini sudah banyak warga mempertanyakan realisasinya. “Tentu kami sampaikan, pasar induk itu kewenangan Pemko, dan kami hanya akan ikut mengawasi pembangunannya, ini pasti kami lakukan,” tegasnya.

Maka dari itu, dengan melihat grafik pembangunan pasar induk ini tidak ada kejelasan, maka komisi II berencana dan menjadwal kan pemanggilan terhadap kontraktor dan juga pihak Pemko sendiri.

“Kita akan panggil, dan akan kita pertanyakan progresnya, mengapa sampai saat ini belum jelas juga,” katanya lagi.

Karena memang nanti juga, disampaikan Fathullah, pihaknya juga akan melakukan sidak ke lokasi pembangunan pasar induk itu. “Dan tentu juga akan mempertanyakan langsung ke kontraktor nya, apakah sanggup apa tidak? Dari pada tak selesai-selesai bagus ganti kontraktornya lagi,” ungkap Fathullah.

Melihat kondisi saat ini juga, disebutkan Fathullah, bahwa Pekanbaru yang merupakan ibukota provinsi Riau, merupakan kota besar dan menjadi rujukan atau perbandingan dari kota-kota besar lainnya. Maka pasar induk ini harus ada di tengah tingginya mobilitas pergerakan manusia dan kendaraan. Tujuannya menata rapi dan tertib. Saat ini, keberadaan pasar memang perlu perhatian dari Pemko.(ksm)

Laporan AGUSTIAR, Kota

 

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Ramadan 2026, Grand Zuri Pekanbaru Siap Jadi Lokasi Buka Puasa Bersama

Grand Zuri Pekanbaru gelar Showcase Iftar Nusantara Ramadan 2026, perkenalkan paket buka puasa untuk klien…

2 hari ago

PTPN IV PalmCo Salurkan 6 Juta Bibit Sawit Bersertifikat, Dongkrak Produktivitas Petani

PTPN IV PalmCo salurkan 6 juta bibit sawit bersertifikat, dampingi 93 koperasi dan dorong sertifikasi…

2 hari ago

Pakai Basis Varian Tertinggi, Destinator 55th Anniversary Edition Tampil Eksklusif

Mitsubishi hadirkan Destinator 55th Anniversary Edition berbasis varian tertinggi, berstatus limited dengan harga Rp520,5 juta.

2 hari ago

Semarak Anniversary ke-7, The Zuri Hotel Ajak Mitra dan Tamu Donor Darah

Rayakan HUT ke-7, The Zuri Hotel Pekanbaru gelar donor darah dan kumpulkan 63 kantong untuk…

2 hari ago

Mudah dan Aman, Beli Emas Kini Bisa Digital Lewat Aplikasi Tring Pegadaian

Pegadaian perkuat posisi sebagai investasi emas nomor 1, tawarkan layanan mudah, aman, dan dukung misi…

2 hari ago

Tiga Polsek di Pekanbaru Resmi Berganti Nama, Ini Daftarnya

Polresta Pekanbaru ubah nama tiga Polsek sesuaikan pemekaran wilayah, demi permudah layanan kepolisian bagi masyarakat.

2 hari ago