Categories: Pekanbaru

Normalisasi Sungai Sail Kewenangan PusatÂ

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Normalisasi Sungai Sail yang dijanjikan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sebagai solusi banjir di sekitar bantarannya hingga kini belum juga terealisasi. Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT menyebut, penanganannya merupakan tanggung jawab pemerintah pusat.

Wilayah di sekitar bantaran Sungai Sail, baik itu di Kecamatan Sail maupun Tenayan Raya kerap terendam banjir jika hujan lebat turun. Masyarakat hingga kini masih menunggu langkah penanganan nyata dari pemerintah.

Wako Pekanbaru, Senin (28/6) mengatakan, bahwa Sungai Sail merupakan kewenangan dan tanggung jawab pemerintah pusat. Namun, karena berada di wilayah Pekanbaru maka pemerintah kota juga turun tangan dalam upaya normalisasi.

"Ini termasuk kewenangan pemerintah pusat. Karena kita tuan rumah, maka perlu sinergi, dan komunikasi," kata dia.

Firdaus mengaku dirinya telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat melalui Balai Sumber Daya Air Kementerian PUPR.

Ia meminta agar normalisasi segera dilakukan di sepanjang aliran Sungai Sail. Firdaus menjelaskan, untuk penanganan dan tanggung jawab sungai sendiri ada pada tiga tingkatkan. Tingkatan pertama pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dan KLHK, lalu Pemerintah Provinsi, dan Kabupaten/Kota.

"Kami sudah berkoordinasi dengan PUPR Provinsi, Kementrian PU untuk rancangan kami melakukan normalisasi sungai," terangnya.

Ia menyebut, Sungai Sail terjadi pendangkalan. Pendangkalan pengaruh adanya masyarakat yang menambang pasir liar di sekitar bantaran sungai. "Ini tak bisa dicegah karena kucing-kucingan dengan Satpol PP, Lurah dan RW. Ini soal perut, susah juga," jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatra (BWSS) untuk meminta bantuan alat operasional. "Kami tunggu alat berat dari BWSS. Kami perlu long arm dua unit," kata Indra.

Ia mengungkapkan, bahwa BWSS telah menunjuk Dinas PUPR Pekanbaru sebagai penanggung jawab dalam normalisasi aliran Sungai Sail. (ali)

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Sidak Bapanas di Pekanbaru Temukan Minyakita Dijual Jauh di Atas HET

Bapanas menemukan Minyakita dijual hingga Rp20 ribu per liter di Pekanbaru, jauh di atas HET…

14 jam ago

Atasi Banjir Pekanbaru, Dewan Minta Pemko Fokus ke Saluran Pembuangan

DPRD Pekanbaru menilai persoalan drainase menjadi penyebab utama banjir, sementara pemko mengklaim normalisasi terus berjalan.

14 jam ago

Didukung Tokoh Riau, Prof Firdaus Resmi Daftar Bakal Calon Rektor Unri

Prof Firdaus resmi mendaftar calon Rektor Unri 2026–2030 dengan dukungan tokoh adat, ulama dan masyarakat…

14 jam ago

TKA Susulan Digelar 11-14 Mei, Ratusan Siswa Rohil Belum Selesai Ujian

Sebanyak 882 siswa SD di Rohil mengikuti TKA susulan akibat gangguan internet, listrik padam, hingga…

14 jam ago

Sapi Kurban Presiden untuk Bengkalis Dibanderol Rp96 Juta

Sapi kurban bantuan Presiden RI untuk Bengkalis dibanderol Rp96 juta, sementara pengawasan hewan kurban di…

16 jam ago

Razia PETI di Kuansing, 10 Rakit Penambang Emas Ilegal Dibakar Polisi

Polres Kuansing kembali menertibkan aktivitas PETI dengan memusnahkan 10 rakit penambang emas ilegal di Kuantan…

16 jam ago