Pj Gubernur Riau SF Hariyanto (tengah) foto bersama dengan panitia Waisak Bersama 2024 usai menerima audiensi di Pekanbaru, Selasa (28/5/2024). (prapti Dwi Lestari/riau pos)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Menjelang puncak acara Dharmasanti Waisak yang akan dihelat pada Ahad (2/6) mendatang, panitia Waisak Bersama Pekanbaru 2568 BE/2024 M bersama tokoh Buddhis melaksanakan audiensi bersama Pj Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto.
Kegiatan audiensi yang dilakukan di kediaman Gubernur Riau, Selasa (28/5) dihadiri Ketua Panitia Waisak Bersama Pekanbaru Alek Sidik, Wakil Ketua Ket Tjing, Pembina Jansen Lingga, Penyantun Peng Suyoto bersama panitia lainnya, Stephen Sanjaya dan Erna Wilianti serta tokoh Buddhis Pekanbaru Jono.
Dalam audiensi tersebut, Pj Gubri memberikan apresiasi kepada Panitia Waisak Bersama Pekanbaru yang telah melaksanakan berbagai kegiatan.
Bahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan mendukung kegiatan yang sudah maupun yang akan dilaksanakan dalam memeriahkan Tri Suci Waisak.
Dirinya juga akan hadir pada acara Dharmasanti Waisak yang dilaksanakan pada tanggal 2 Juni di salah satu hotel di Pekanbaru tersebut untuk mempererat silaturahmi bersama seluruh masyarakat Tionghoa di Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau yang baru saja merayakan Hari Raya Waisak.
Pj Gubri mengharapkan perayaan Waisak ke depannya dapat lebih semarak. Mampu mendatangkan wisatawan, karena di Provinsi Riau terdapat salah satu candi tertua di Indonesia, yaitu Muara Takus di Kabupaten Kampar.
“Waisak merupakan salah satu iven besar yang mampu mengundang wisatawan. Kita akan support apa yang diperlukan,” ujarnya.
Ketua Panitia Waisak Bersama Pekanbaru Alek Sidik mengatakan, salah satu tujuan audiensi
untuk mengundang Pj Gubri menghadiri Dharmasanti Waisak.
Apalagi dalam kegiatan ini akan dihadiri lebih dari 3.000 umat Buddha di Kota Pekanbaru.
Bahkan belum lama ini umat Buddha sudah melaksanakan pawai Waisak di Jalan Karet yang diikuti lebih 3000 peserta dari berbagai organisasi Buddha, Ormas Tionghoa dan sekolah di Pekanbaru.
“Kami sangat mengharapkan kehadiran beliau salam kegiatan Dharmasanti Waisak ini,” tegasnya.(ayi)
JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.
Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.
Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…
PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…
Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…
Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…