Categories: Pekanbaru

Komitmen Wujudkan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Sebagai salah satu lembaga/instansi pemerintah, BKKBN kembali menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

"Peningkatan kapasitas dan akuntabilitas organisasi, bersih dari KKN dan peningkatan layanan publik, tetap menjadi target BKKBN" kata Inspektur Utama BKKBN RI Agus Sukiswo pada acara Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Kita Bangun Zona Integritas di Kantor BKKBN, Rabu (27/11).

Menurutnya, hal itu sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang grand design reformasi birokrasi. Komitmen dari pimpinan dan seluruh jajaran untuk mewujudkan WBK dan WBBM untuk memenuhi target sasaran reformasi birokrasi.

"Melakukan sosialisasi serta pembinaan di pusat dan provinsi secara internal dalam lingkungan BKKBN," tegas Agus.

Penguatan yang diberikan kepada seluruh ASN sebagai upaya untuk menguatkan zona integritas, termasuk melalui peningkatan kualitas pelayanan serta inovasi berbasis Teknologi Informasi (TI).

"Semua indikator ZI, WBK dan WBBM yang telah dicapai bisa berdampak positif bagi pelaksanaan program Kependudukan Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Indonesia," urainya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Riau, Agus P Proklamsi mengatakan, beberapa indikator pengungkit ZI WBK yang dilakukan.

"Manajemen perubahan, tatalaksana, manajemen SDM, akuntabilitas dan pengawasan, inilah yang menjadi indikator pengungkit ZI WBK. Hal itu yang terus menjadi komitmen kami untuk diwujdukan," katanya.

Diakui, pihaknya juga banyak melakukan inovasi, mulai penggunaan aplikasi online untuk tatalaksana pekerjaan, monitoring kinerja, pelayanan data informasi melalui dasboard, pelaporan Kampung KB secara online  dan sebagainya.

"Kami memegang prinsip melayani, terlebih di era digital untuk mempercepat layanan, menambah pengetahuan dan inovasi melalui teknologi," ucapnya.

"Reformasi birokrasi ini harus memenuhi asas manajemen perubahan yang fokus dalam hal pencegahan korupsi, peningkatan kualitas pelayanan publik dan akuntabilitas kinerja, penataan tata laksana, dan penataan sistem manajemen SDM," pesan Agus Sukiswo.

Riau memiliki nilai bagus untuk ZI dan WBK, yang sudah di atas angka 3. Namun pada tahun 2020 harus bisa lebih baik. Agar peningkatan kesejahteraan pegawai sesuai kapasitas, jenjang, dan kompetensinya akan mengikuti.(eca)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Oknum Guru Diduga Lecehkan Siswi SMAN di Pekanbaru, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Oknum guru di salah satu SMAN Pekanbaru diduga melakukan pelecehan terhadap siswi saat kegiatan sekolah…

2 hari ago

THR Wajib Dibayar H-7 Lebaran, Disnaker Bengkalis dan Kuansing Buka Posko Pengaduan

Disnaker Bengkalis dan Kuansing menetapkan pembayaran THR pekerja paling lambat H-7 Idulfitri 1447 H dan…

2 hari ago

Bukber Ala Timur Tengah, Whiz Prime Hotel Hadirkan Iftar Sahara Mulai Rp115 Ribu

Whiz Prime Hotel Sudirman Pekanbaru hadirkan program Iftar Sahara dengan menu Timur Tengah dan Nusantara…

2 hari ago

Kolaborasi Lawan Stunting, PTPN IV PalmCo Intervensi Gizi Anak di Rokan Hulu

PTPN IV PalmCo melalui Regional III menggulirkan program intervensi stunting bagi 100 anak di Rohul…

2 hari ago

Emosi Dipicu Knalpot Bising, Pria di Inhil Bacok Tetangga Sendiri

Gara-gara knalpot motor bising, seorang siswa di Tempuling, Inhil dibacok tetangganya. Pelaku berhasil ditangkap polisi…

2 hari ago

Aksi Spanduk di Gerbang Sekolah, Kegiatan Belajar di SMPN 2 Batang Peranap Terhenti

Spanduk kecaman terhadap kepala sekolah terpasang di SMPN 2 Batang Peranap. Akibatnya, siswa tak bisa…

3 hari ago