foto bersama: Sejumlah pendidik berfoto bersama usai penyelarasan kurikulum kompetensi keahlian teknik geologi pertambangan program pendidikan 4 tahun di SMK Migas Teknologi Riau, Jalan Srikandi Parit Indah, Kota Pekanbaru, Rabu (27/11/2019). (*2/mirshal/riau pos)
KOTA (RIAUPOS.CO) — SMK Migas Teknologi Riau menyelenggarakan penyelarasan kurikulum kompetensi keahlian Teknik Geologi Pertambangan program pendiikan 4 tahun. Kegiatan ini diadakan di SMK Migas Teknologi Riau, Jalan Srikandi, Parit Indah, Pekanbaru, Rabu (27/11).
Menurut Kepala SMK Migas Teknologi Riau Nila Fitria Sari SAk, penyelarasan ini bertujuan agar lulusan SMK dapat langsung bekerja sesuai dengan bidangnya masing-masing khususnya dalam hal ini jurusan Geologi Pertambangan. Nila menuturkan, saat ini banyak yang mengatakan jika lulusan SMK adalah penyumbang pengangguran terbesar di Indonesia. Dengan adanya program SMK 4 tahun ini diharapkan jurusan Teknik Geologi Pertambangan dapat memberikan ilmu setara D1 kepada siswa SMK agar memiliki kompetensi setelah lulus nanti.
"Adanya program SMK 4 tahun ini diharapkan dapat mengurangi pengangguran dari lulusan SMK. Karena banyak yang mengatakan lulusan SMK itu penyumbang terbesar pengangguran di Indonesia," ungkap Nila.
Untuk itu dilakukanlah program pendidikan 4 tahun, dimana setelah kelas XII, siswa jurusan Teknik Geologi Pertambangan akan melakukan magang selama enam bulan hingga satu tahun. "Dengan adanya program ini, diharapkan mendapatkan pengalaman yang benar-benar diperlukan oleh dunia usaha dunia industri," pungkasnya.
Selain itu, Kepala Balai Tambang Bawah Tanah Sawahlunto Dr Asep Rohman ST MT menuturkan, penyelarasan ini penting untuk dilakukan. Menurutnya, sektor pendidikan kejuruan selalu berhilir pada praktik secara langsung atau terjun di dunia industri. Ia berharap dengan adanya penyelarasan ini terjadi keselarasan antara kurikulum yang dikelola oleh SMK bidang pertambangan dengan keperluan industri.
"Ada link and match antara kurikulum kita dengan industri sehingga profil lulusan yang dihasilkan oleh teman-teman di SMK itu benar-benar adalah profesi tenaga kerja yang diperlukan oleh industri," katanya.
Dalam penyelarasan kurikulum ini, SMK Migas berkolaborasi dengan SMKN 5 Pekanbaru, Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI), Politeknik, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Migas dan Tim Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Negeri Padang (UNP) yaitu Dr Fadhilah MSi, Drs Raimon Kopa MT dan Bambang Heriyadi MT.(*2/c)
Komunitas SeSuKa Bike Koto Gasib-Siak memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai ajang silaturahmi…
Komisi I DPRD Pekanbaru menyoroti lemahnya pengawasan Satpol PP dan mendesak penegakan perda terhadap usaha…
Polresta Pekanbaru mengungkap berbagai kasus viral, mulai vandalisme TMP, geng motor, curanmor lintas provinsi hingga…
Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 kilometer tahun ini, menyasar pusat kota…
Duri Bike Community memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 dengan menurunkan 15 peserta dan…
BPR Indra Arta Indragiri Hulu memperpanjang pendaftaran rekrutmen pegawai baru hingga 26 Januari untuk menjaring…