Categories: Pekanbaru

Pemuda di Marpoyan Damai Tewas Usai Diduga Maling, Keluarga Minta Polisi Usut

PEKANBARU (RIAUPOS.CO)Seorang pemuda berinisial SWR (19) tewas setelah menjadi korban amuk massa di Jalan Duyung, Gang Al Manar, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Kamis (23/10) dini hari. Ia diduga hendak mencuri di salah satu rumah warga.

Kematian SWR menyisakan duka dan tanda tanya bagi keluarga. Mereka menduga ada pihak yang sengaja menjebak korban hingga berakhir tragis.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bery Juana Putra, mengatakan SWR diamankan warga sekitar pukul 01.45 WIB. Saat petugas datang, korban masih dalam keadaan hidup dan sempat diajak bicara.

Korban kemudian dibawa ke Polsek Bukit Raya. Melihat lukanya cukup parah, kami langsung larikan ke RS Bhayangkara sekitar pukul 03.00 WIB,” ujar Bery, Senin (27/10).

Setiba di rumah sakit, SWR masih mendapat perawatan. Namun dua jam kemudian, ia dinyatakan meninggal dunia.

Menurut Bery, peristiwa itu bermula ketika warga memergoki SWR yang diduga hendak mencuri. Warga yang emosi langsung menghakimi korban sebelum polisi tiba di lokasi.

Kami sudah memeriksa enam saksi. Berdasarkan penyelidikan sementara, SWR disebut pernah terlibat kasus pencurian di wilayah tersebut dan sempat dimediasi antara keluarga korban pencurian dan keluarganya,” jelasnya.

Polisi kini masih menelusuri pihak-pihak yang terlibat dalam aksi main hakim sendiri tersebut. “Proses hukum tetap berjalan. Kami kumpulkan keterangan saksi untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab,” tegas Bery.

Sementara itu, pihak keluarga SWR tidak terima atas peristiwa tersebut dan telah melapor ke kepolisian agar kematian SWR diusut tuntas.

Ayah korban, Abdul Hamid, mengatakan sebelum kejadian anaknya dijemput oleh seorang teman menggunakan motor NMAX putih. Sejak itu, SWR tidak lagi terlihat.

Katanya dijemput temannya, kami kira hanya pergi sebentar. Tapi setelah itu, dia tak pulang. Beberapa jam kemudian kami dapat kabar kalau dia kritis, penuh luka dan darah,” ujar Abdul Hamid.

SWR sempat dirawat di RS Bhayangkara Polda Riau, namun nyawanya tak tertolong setelah dua jam mendapat perawatan.

Tubuhnya penuh luka lebam dan memar. Kami yakin ini bukan kecelakaan biasa, dia dianiaya,” lanjutnya.

Keluarga menduga SWR dijebak dan dianiaya oleh orang yang mengenalnya. Hingga kini, motif di balik penganiayaan itu masih menjadi misteri.

Kami ingin keadilan untuk anak kami. Ia anak baik dan tidak pernah punya masalah dengan siapa pun,” kata Abdul Hamid.

Sementara Kapolsek Bukit Raya Kompol David Ricardo menegaskan pihaknya telah menerima laporan keluarga dan tengah melakukan penyelidikan.

Kami sudah menerima laporan keluarga korban dan langsung menindaklanjuti dengan memeriksa saksi-saksi di lokasi kejadian,” ujarnya.

Redaksi

Recent Posts

Sempat Dirawat Hampir Sebulan, JCH Asal Pekanbaru Wafat di Batam Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.

22 jam ago

Kecelakaan Maut di Tol Permai, Dua Meninggal dan Enam Luka Berat

Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.

22 jam ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid Kembali Bergulir, Jaksa Soroti CCTV Rusak dan Tas Mewah Hasil Sitaan

Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…

22 jam ago

Wahana FC Sudah Lolos, PSSI Riau Masih Buka Peluang Tambah Satu Wakil

PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…

23 jam ago

Warga Tembilahan Padati Pasar Murah, Harga Bahan Pokok Lebih Bersahabat

Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…

23 jam ago

Jembatan Merah Putih Presisi di Logas Rampung, Akses Warga Kini Lebih Mudah

Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…

23 jam ago