sampah-kembali-menumpuk-di-pinggir-jalan-soekarno-hatta
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kotor dan bau busuk. Tumpukan sampah hampir sepanjang 100 meter terlihat di pinggir Jalan Soekarno Hatta persisnya di seberang lokasi proyek pembangunan Pasar Induk Pekanbaru, Rabu (27/10). Aroma tidak sedap langsung menyeruak dan tercium saat melintasi jalan tersebut.
Apalagi sampah-sampah plastik dan sisa makanan terkadang diterbangkan angin sehingga membuat pengendara semakin terganggu.
Tak tampak ada petugas yang mengangkut sampah. Sementara, warga terus membuang sampah di lokasi tersebut sehingga sampah kian menumpuk.
Yudi, salah seorang pengendara mengaku kaget melihat tumpukan sampah sepanjang 100 meter lebih itu. "Kaget melihat jalan ini penuh dengan sampah. Tak cuma satu ruas jalan tetapi keduanya juga penuh dengan sampah. Entah sudah berapa hari tidak diangkut oleh petugas," kata dia
Ia berharap pihak terkait dapat segera melakukan pengangkutan sampah yang telah meresahkan tersebut, karena mengganggu kenyamanan masyarakat dan juga pengendara yang melintas.
Hal yang sama juga diungkapkan salah seorang pedagang kaki lima yang berada di Jalan Soekarno Hatta Dewi.
Menurutnya sudah beberapa hari terakhir tumpukan sampah tersebut tidak diangkut oleh petugas. Dan jika dilakukan pengangkutan tidak dilakukan secara tuntas sehingga tumpukan sampah kembali menggunung.
Belum lagi banyaknya pengendara roda dua dan juga oknum pengangkut sampah yang menggunakan becak motor membuang sampah yang mereka angkut ke badan jalan itu, sehingga tumpukan sampah semakin meluas hingga menuju ke Simpang Eco Grend.
Dirinya juga mengeluhkan aroma bau busuk yang kerap menyeruak dari dalam tumpukan sampah. Khususnya saat hujan mengguyur Kota Bertuah.
"Tak tahan kami dengan baunya itu. Belum lagi sampah pelastik kerap berceceran di dekat tempat usaha kami, sehingga kami pun harus menyapu setiap hari," kata dia.
Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh Riau Pos melalui sambungan telepon, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru Hendra tidak mendapat jawaban.(ayi)
Warga Penyengat, Siak, menanam 5.000 mangrove secara swadaya untuk melindungi pesisir dari abrasi dan menjaga…
Tsabita Salsabila, 19 tahun, dilaporkan hilang di Pekanbaru. Ponselnya terakhir terdeteksi di Jalan Swakarya setelah…
Gempa M7,7 mengguncang NTT dan menewaskan 20 orang. Enam warga luka-luka dan dua lainnya masih…
Kendaraan konsumen terbakar di SPBU Bandar Petalangan, Pelalawan. Pertamina menghentikan operasional sementara dan masih menyelidiki…
SMAN 1 Bangkinang kembali juara HSBL 2026 Seri Bangkinang usai menaklukkan SMAN Plus Riau dengan…
Tiga kebakaran lahan terjadi di Kampar hingga Sabtu sore. Petugas gabungan masih menangani lahan gambut…