Categories: Pekanbaru

Tingkatkan Pengawasan Anak sejak Dini

(RIAUPOS.CO) — MARAKNYA kasus kriminalitas di Kota Pekanbaru yang melibatkan semua usia, dapat menyeret pelakunya ke ranah hukum. Kondisi ini bukan hanya  cerita kosong semata, namun ini disampaikan  langsung oleh pengamat Kriminolog Universitas Islam Riau (UIR), Syahrul Akmal.

Menurutnya, anak-anak maupun remaja yang melakukan tindakan kriminalitas dikarenakan kurangnya perhatian dari orangtua dan atau keluarga. “Anak-anak yang menginjak remaja sangat rentan, khususnya usia 13 tahun hingga 15 tahun yang sedang mencari jati diri. Jadi jika orangtua lepas kontrol, tidak menutup kemungkinan anaknya melakukan tindak kriminal,” sebutnya pada Riau Pos.

Lebih lanjut ia mengatakan, anak-anak itu pun bukan dari kalangan ekonomi bawah, bahkan ada pula kalangan menengah dan juga atas atau berpunya. “Anak itu ditelantarkan secara dua dimensi. Pertama, ditelantarkan secara primer yang bapak ibu tidak tau siapa dan ada di mana. Dulu dikenal street cryme (kejahatan anak jalanan). Kedua, secara sekunder yaitu anak-anak yang mempunyai bapak ibu namun tidak memberikan perhatian secara maksimal. Bisa saja karena faktor ekonomi atau karena sibuk,” jelasnya.

Jadi, karena kesibukan orangtua, anak-anak itu tidak ada tempat berbagi cerita. Sehingga mengalihkan perhatian ke luar. Salah satunya melalui gawai. “Sehingga ketika memberi alat elektronik, orangtua pun harus kontrol atau patroli Hp anaknya,” jelasnya.

Artinya, jika gawai si anak tidak dipatroli, besar kemungkinan berisiko melakukan tindakan menyimpang.

“Semua rencana atau kegiatan apapun ada di gawai. Namun, sebagai orangtua pun harus tau apa yang dilakukan anaknya lewat gawai,” tuturnya.

Kemudian, sesibuk apapun pekerjaan orangtua, luangkan waktu ke buah hati untuk memberi kasih sayang, sehingga merasa diperhatikan. Saling bertegur sapa dan memberi motivasi.

Sementara itu, Ikatan Lembaga Mahasiswa Psikologi Indonesia (ILMPI) juga mengkampanyekan kesehatan mental saat car free day (CFD) di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Ahad (27/10).

Menurut Kordinator ILMPI Riau ismi, kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan kepada masyarakat pentingnya kesehatan mental. Menurutnya, selain kesehatan fisik, kesehatan mental juga harus diperhatikan.(*3/*2/ksm)

Laporan MUSLIM NURDIN, Pekanbaru

 

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Tiga Bulan Belajar di Dunia Media, Mahasiswa Unri Rampungkan Program Magang Berdampak di Riau Pos

Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…

1 hari ago

Tangis dan Bangga Warnai Pelepasan 250 Siswa SMPN 25 Pekanbaru

Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.

1 hari ago

Sewa Lima Hari, Mobil Malah Digelapkan, Pasutri Berakhir Ditangkap

Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.

1 hari ago

Pantai Solop Diawasi Ketat Saat Iduladha, Maksiat dan Narkoba Jadi Perhatian

Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…

1 hari ago

Korupsi Bibit Kopi Liberika di Meranti, Kerugian Negara Rp663 Juta Berhasil Dipulihkan

Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…

1 hari ago

Kursi Kadis PUPR Riau Berganti, SF Hariyanto Tunjuk Zulfahmi Jadi Plt

SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.

1 hari ago