PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Penambahan kasus terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tertinggi di Pekanbaru terjadi, Kamis (27/8) dengan 40 kasus. Dari angka ini, satu pasien positif kembali meninggal. Dikatakan oleh Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru dr Mulyadi SpBP, penambahan kasus positif Kamis kemarin menjadi yang terbanyak dibandingkan dengan penambahan kasus sebelumnya. Bahkan, dia menilai bahwa penambahan kasus setiap hari menjadi puncak tertinggi.
"Ya, hampir setiap hari penambahan rekor baru," ucapnya.
Dia menjelaskan, penambahan kasus positif di Pekanbaru ini didominasi oleh klaster perkantoran Pemko Pekanbaru dan Pemprov Riau. Ia menilai, penyebaran dimulai dari area perkantoran dan kemudian menyebar ke kontak erat.
"Kalau data beberapa hari ini memang masih banyak dari area perkantoran," ungkapnya.
Dilanjutkannya, penambahan kasus dari area perkantoran tersebut sekitar 10 orang, kemudian dari klaster tenaga kesehatan bertambah dua orang.
Diuraikannya, kemarin pula, dikabarkan satu pasien positif Covid-19 meninggal dunia. Yaitu AK (50) wanita warga Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, yang sebelumnya merupakan kasus suspect atau orang dengan gejala Covid-19.
Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT terkait kondisi penyebaran Covid-19 saat ini tak menampik bahwa terjadi eskalasi. Ini seiring ditemukannya klaster perkantoran swasta dan pemerintah.
"Tim kita langsung melakukan upaya penelusuran kontak erat pasien sebelumnya," sebutnya. (sol/ali/end/mng/hsb/nda/ted)
Kemenag, Baznas, dan BPJS Ketenagakerjaan beri perlindungan JKK dan JKM bagi dai 3T di Riau…
Pemko Pekanbaru targetkan 5.000 warga ikuti Petang Belimau, lepas 10.000 bibit patin di Sungai Siak…
Pemuda Padel resmi hadir di Pekanbaru dengan lima lapangan standar internasional dan program latihan bersama…
JNE rayakan Imlek 2577 dengan barongsai, bagi angpau, dan promo ongkir hingga 77 persen, termasuk…
Honda Bikers Fun Motour Camp 2026 di Kampar diikuti 100 bikers Hobiku, padukan touring, camping,…
BPJS Kesehatan keluarkan Rp50,2 triliun untuk 59,9 juta kasus penyakit kronis sepanjang 2025, jantung tertinggi.