Categories: Pekanbaru

Penyerang Imam Masjid Belum Banyak Bicara

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Empat hari sudah, IM (24), pelaku penyerangan imam Masjid Al-Falah Darul Muttaqin berada di ruang observasi kejiwaan RS Bhayangkara Polda Riau. Awalnya, observasi ditargetkan tiga hari sejak IM masuk pada Jumat (24/7) pukul 08.00 WIB. Namun kemudian ditambah sehari lagi. Pasalnya, IM masih belum banyak berbicara dan lebih sering menggunakan bahasa isyarat.

"Dari hasil pengamatan selama tiga hari lalu, yang bersangkutan memang kalau dilihat perilakunya mau berbicara. Namun begitu, ia lebih banyak berkomunikasi dengan bahasa isyarat. Jika tidak mau makan, isyaratnya melambaikan tangan," sebut Karumkit RS Bhayangkara AKBP Agung Hadi pada Riau Pos, Senin (27/7).

Sementara itu, untuk pengamatan medis, kesehatan pelaku dalam keadaan baik. Makan pun mau meski sedikit. "Semua dalam batas normal dan tidak ada masalah. Untuk interaksi lebih banyak dengan perawat perempuan daripada laki-laki," ungkapnya.

Disinggung tahapan berikutnya yang akan dilakukan terhadap pelaku, Pamen berbunga dua melati itu mengatakan bahwa IM diamati secara medis oleh dokter spesialis jiwa dan psikiater serta dokter umum. Kemudian, bekerja sama dengan biro psikologis Polda.

"Nanti dari situ dapat dilihat perilaku sehari-harinya, mengapa bisa terjadi kejadian seperti itu timbul. Itu nanti bisa dilakukan forensik psikiater. Di mana, tidak hanya dilihat dari yang bersangkutan namun juga lingkungan yang bersangkutan," ulasnya.

Diharapkan, dengan adanya observasi yang dilakukan dari pengamatan dokter spesialis dan biro psikologi nanti bisa diketahui penyebabnya. "Untuk saat ini belum bisa disimpulkan hasilnya. Ada penambahan hari, maksimal 14 hari," katanya.

Masih kata Agung, keluarga pelaku dapat menjenguk. Dan, saat Riau Pos ke RS Bhayangkara pada Senin (27/4), keluarga pelaku sedang ada di sana. Terlihat juga pelaku sedang diperiksa oleh dokter spesialis kejiwaan dari RSJ Tampan.

Sebagai informasi, peristiwa penyerangan itu terjadi pada Kamis (23/7) usai sang imam Yazid Umar Nasution menjalankan ibadah Salat Isya. Di mana saat memanjatkan doa, tiba-tiba datang pelaku dari arah depan mimbar masjid dan melakukan penyerangan pada korban.

Dada korban sebelah kiri atas sempat lecet. Yazid sempat menendang dan kakak pelaku pun ikut menahan pelaku agar perbuatan itu berulang. Dari situ pelaku langsung diamankan para jamaah dan dibawa petugas Polsek Pekanbaru Kota.(sof)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Inggris Percaya Diri Hadapi Fase Gugur, Declan Rice Klaim Timnya Punya Penendang Penalti Terbaik

Declan Rice yakin Inggris memiliki deretan penendang penalti terbaik jelang fase gugur Piala Dunia 2026…

13 jam ago

Resmi Mulai 1 Juli 2026, Harga Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex Turun

Pertamina resmi menurunkan harga BBM nonsubsidi mulai 1 Juli 2026. Pertamina Dex, Dexlite, Pertamax Turbo…

16 jam ago

BRK Syariah Gandeng SMPN 37 Pekanbaru, Edukasi Keuangan dan Buka Ratusan Rekening SimPel

BRK Syariah membuka 300 rekening SimPel di SMPN 37 Pekanbaru sekaligus mengedukasi siswa tentang pentingnya…

17 jam ago

Buron Kasus Penganiayaan Maut di Rumbai Akhirnya Menyerahkan Diri ke Polisi

Terduga pelaku penganiayaan yang menewaskan seorang pria di Rumbai menyerahkan diri ke Polresta Pekanbaru dan…

18 jam ago

Kolaborasi TSA Unri dan Tanoto Fellow Tingkatkan Numerasi Siswa SD Lewat Permainan Edukatif

TSA Unri dan Tanoto Fellow Riau menghadirkan pembelajaran numerasi berbasis permainan di SDN 57 Pekanbaru…

18 jam ago

Pemko Pekanbaru Jamin Siswa Kurang Mampu Dapat 5 Setel Seragam Sekolah Gratis

Pemko Pekanbaru menyiapkan lima setel seragam dan perlengkapan sekolah gratis bagi 7.000 hingga 8.000 siswa…

18 jam ago