Categories: Pekanbaru

Fly Over Simpang Garuda Sakti Tunggu Kajian Ahli

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Anggota Komisi V DPR RI H Syahrul Aidi Maazat Lc MA memastikan, usulan pembangunan untuk pemecahan masalah macet di persimpangan Jalan Garuda Sakti–Jalan HR Soebrantas–Jalan Kubang Raya baru bisa diajukan tahun depan. Bila usulan diterima, pembangunannya baru akan dimulai pada 2023. Pengusulan untuk 2022 di APBN menurut Syahrul tidak dimungkinkan lagi.

Selain penganggaran sudah hampir rampung, kajian soal apa bentuk proyek pengurai macet di persimpangan pintu gerbang barat Kota Pekanbaru itu juga belum ada kejelasan. Kendati demikian, dirinya berkomitmen akan mendorong usulan dari pemerintah daerah agar masuk lewat anggaran APBN 2023 mendatang.

"Kajiannya kan belum, harus dipastikan terlebih dahulu. Kalau kita melihat animo masarakat bisa dipastikan mereka inginkan fly over. Karena sudah terbukti bahwa fly over Simpang Soekarno-Hatta dan Tuanku Tambusai serta dan persimpangan Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan HR Soebrantas, berhasil mengurai kemacetan. Tapi sejumlah ahli berpendapat, solusinya adalah pelebaran persimpangan maupun pelebaran Jalan Garuda Sakti dan Kubang Raya. Jadi prinsipnya menunggu kajian itu,"sebut Syahrul lagi.

Syahrul menyebutkan, diantara solusi yang juga mungkin selain pembangunan fly over adalah pelebaran Jalan Garuda Sakti dan Kubang Raya, yang dikombinasikan dengan bundaran raksasa.

Pelebaran Jalan Garuda Sakti menurutnya masih masuk akal dengan opsi jalan dibangun dua jalur ke arah Pantai Cermin. Begitu juga dengan Jalan Kubang Raya dibangun dua jalur menuju arah Lipatkain. Hal ini sesuai juga dengan pendapat sejumlah ahli yang dia dengar.

"Yang jelas kami di pusat berkomitmen penuh membantu Pemko Pekanbaru maupun pemerintah provinsi dalam memperjuangkan anggaran dari pusat untuk penyelesaian masalah itu. Karena status jalan ini juga ada jalan nasional dan juga jalan provinsi. Langkah pro aktif pemerintah daerah sangat penting untuk pengusulan ini, hingga kami lebih mudah melakukan komunikasi di pusat nantinya" sebut Syahrul.

Persimpangan Jalan Garuda Sakti dan HR Soebrantas sejak lama menjadi sumber kemacetan. Kawasan yang juga kerap disebut sebagai Simpang Panam oleh warga kota tersebut selalu semrawut saat-saat jam sibuk.

Masalahnya makin ruwet ketika persimpangan ini menjadi jalur utama pertemuan antara Lintas Barat, Timur dan Lintas Tengah Pulau Sumatera. Persimpangan ini dilewati kendaraan berat pengangkut barang dari Sumatera Utara dan Sumatera Barat.(end)

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

PETI di Kampar Kiri Digerebek, Satu Operator Ekskavato Diamankan Polisi

Polisi membongkar aktivitas PETI di Kampar Kiri Hulu dan mengamankan operator ekskavator. Sejumlah peralatan tambang…

3 jam ago

Warga Rambah Sempat Krisis Air Bersih, Ternyata Kabel Pompa Dicuri

Warga Rambah sempat kesulitan air bersih setelah kabel pompa distribusi di Desa Pawan dicuri. Aliran…

3 jam ago

Dosen Unilak Bekali Siswa SMKN 1 Kandis Jurus Branding Digital dan Hitung Harga Jual

Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…

24 jam ago

Air Sungai Singingi Kembali Keruh, PETI Diduga Jadi Penyebab

Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…

1 hari ago

Tempuh 192 Km Selama 22 Jam, Goweser Paliko Siap Meriahkan Gowes Merdeka 2026

Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…

1 hari ago

Gowes Merdeka 2026 Dimulai, 1.500 Peserta Taklukkan Rute 17 Km di Pekanbaru

Sebanyak 1.500 peserta meramaikan Gowes Merdeka 2026 di Pekanbaru dengan menempuh rute 17 kilometer hingga…

1 hari ago