Baru 5 bulan ditempati sejak Maret 2019 lalu, beberapa sudut dari Gedung Utama Perkantoran Wali Kota Pekanbaru di Tenayan Raya banyak yang rusak. foto: Ali Nurman/riaupos
PEKANBARU(RIAUPOS.CO) – Perkantoran Tenayan Raya milik Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru baru lima bulan resmi dioperasikan. Namun, kini beberapa bagian kantor sudah rusak. Tahun ini, puluhan miliar akan kembali diguyur kesana.
Perkantoran Tenayan Raya pertama kali resmi digunakan untuk berkantor oleh Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT, Senin (25/3) lalu. Kantor ini rencananya akan diisi oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sebelumnya berkantor di Kantor Walikota Pekanbaru Jalan Sudirman.
Pantauan Riau Pos, Selasa (27/8) tadi, bagian yang terlihat rusak ada di dinding sebelah kiri gedung B 1 atau gedung utama jika dilihat dari jalan masuk. Kerusakan ini berupa talang pembatas antara dinding di bagian bawah dan jendela di bagian atas. Satu bagian dari talang ini rusak seperti keropos. Agar tak terlalu nampak, kerusakan ini ditutup dengan terpal hitam yang juga sudah mulai koyak.
Tak jauh dari talang yang rusak ini, ornamen yang menutup jendela bagian atas juga rusak. Kerusakan terlihat berbentuk bagian-bagian ornamen yang lepas dan patah. Selain disamping, ornamen penutup jendela bercorak ukiran ini di bagian belakang juga patah-patah.
Selain di gedung utama, kerusakan juga tampak di jembatan jalan masuk ke kantor Tenayan Raya. Disini, bagian pagar jembatan mayoritas sudah patah dan bolong-bolong.
Apa penanganan terhadap kerusakan ini belum diketahui. Riau Pos masih mencoba mengkonfirmasi pada Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru HM Noer MBS dan Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution.
Laporan: Ali Nurman
Sumber: Deslina
Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…
Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.
Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.
Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…
Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…
SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.