Categories: Pekanbaru

Program Desa Bebas Api Efektif Cegah Karhutla

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mengapresiasi Program Desa Bebas Api atau Fire Free Village Program (FFVP) sebagai langkah preventif cegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Hal itu terungkap dalam kegiatan Cluster and Fire Free Alliance (FFA) Pre Season Workshop yang dilaksanakan pada 24-25 Juli 2019 di Pekanbaru.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau Jim Gafur mengatakan, pihaknya saat ini fokus pada perubahan pola pikir (mindset) masyarakat agar tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar.

“Jadi perlu perubahan mindset, sebab 99 persen Karhutla ini disebabkan oleh manusia. Dan hal ini sejalan dengan program Desa Bebas Api sudah sangat bagus dengan mendatangi langsung masyarakat dalam menyosialisasikan apa saja itu bahaya Karhutla dan itu sangat membantu,” tuturnya.

FFA merupakan kelompok yang melibatkan banyak pihak, yang menjalankan program Desa Bebas Api, inisiasi dari PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), bagian dari APRIL Group.

“Atas nama BPBD, kami mengucapkan terima kasih atas dibuatnya gerakan FFA ini sebagai upaya menanggulangi Karhutla yang terjadi di Riau. Sudah tiga tahun belakangan Riau bisa dibilang bebas asap. Ini berkat kerjasama semua pihak, tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, masyarakat dan juga perusahaan,” tutur Jim Gafur.

Manager Program Desa Bebas Api APRIL, Sailal Arimi menjelaskan melalui program tersebut, pihaknya langsung turun ke tengah masyarakat untuk memberikan pemahaman bahaya jika terjadi Karhutla. Mereka mensosialisasikan ke seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak sekolah hingga orang tua.

“Setelah kami melakukan sosialisasi, ternyata biaya yang dikeluarkan untuk membuka lahan dengan cara bakar itu murah. Nah, kami mencoba mengubah pola pikir mereka dengan memberikan pemahaman bahaya dari membakar itu apa. Selain itu kami juga membantu masyarakat yang ingin membuka lahan dengan menyediakan berbagai alternatif seperti alat berat,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui FFA dibentuk atas prakarsa berbagai pihak seperti perusahaan kehutanan dan pertanian yang bekerja sama dengan LSM dan mitra lainnya untuk menyelesaikan masalah kebakaran dan kabut asap yang menjadi masalah dan timbul dari pembakaran lahan. Kegiatan yang dilakukan FFA fokus melalui pendekatan pencegahan kebakaran dan kabut asap.

Selain APRIL/RAPP, anggota FFA saat ini termasuk Asian Agri, Wilmar International Limited, Musim Mas, IDH, PM. Haze, Sime Darby dan IOI.(zed)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

25 Dapur MBG Dibangun di Daerah 3T Inhu, Sekda Turun Langsung Meninjau

Pemkab Inhu membangun 25 dapur SPPG MBG di daerah 3T tahun 2026. Sekda Inhu meninjau…

1 hari ago

Bupati Kuansing Optimalkan Lahan Bekas Tambang untuk Ketahanan Pangan

Pemkab Kuansing berkomitmen mengubah bekas lahan tambang menjadi pertanian produktif demi mendukung IP 200 dan…

1 hari ago

Bupati Siak Teken Komitmen Manajemen Talenta ASN Bersama BKN

Pemkab Siak menandatangani komitmen manajemen talenta ASN bersama BKN untuk memperkuat sistem merit dan menempatkan…

1 hari ago

Tumpukan Limbah Kayu Ancam Sungai Bukit Batu Bengkalis

Tumpukan limbah kayu mencemari Sungai Bukit Batu Bengkalis. Warga khawatir dampak lingkungan dan mendorong penyelesaian…

1 hari ago

UMK Meranti 2026 Belum Berjalan Optimal, Pemkab Meranti Siapkan Aturan Khusus

Penerapan UMK 2026 di Meranti dinilai belum optimal. Pemkab pun menyiapkan Perbup sebagai aturan teknis…

1 hari ago

PSMTI Riau Matangkan Persiapan Musprov V, Pemilihan Ketua Jadi Agenda Utama

PSMTI Riau akan menggelar Musprov V akhir pekan ini di Pekanbaru untuk memilih ketua definitif…

1 hari ago