Categories: Pekanbaru

Gajah Bunting Berusia 25 Tahun Mati di Kawasan Konsesi

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kelompok Gajah Seruni kembali berkurang jumlahnya. Ini menyusul tewasnya gajah sumatera (elephas maximus Sumatranus) berjenis kelamin betina berusia 25 tahun di kawasan konsesi salah satu perusahaan di Desa Koto Pait Beringin, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Rabu (25/5).

Tidak ada tanda kekerasan ditemukan di tubuh gajah yang dalam kondisi bunting tersebut. Namun gajah tersebut mengeluarkan darah dari mulut, hidung dan telinga. Sebelum ada kematian tersengat listrik dan mati misterius dengan mulut, hidung dan telinga mengeluarkan darah ini,  kelompok gajah Seruni ini secara berjumlah 17 ekor.

Plt Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Fifin Arfiana Jogasara, Kamis (26/5) menjelaskan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian gajah sumatera tersebut. Tim BBSKDA menurut Fifin telah mengambil sampel hati, dinding usus, paru dan kotoran gajah tersebut untuk dilakukan uji laboratorium.

"Organ dalam gajah masih dalam pemeriksaan. Kami sudah mengirimkan organ dalam gajah ke Balai Veteriner di Bukittinggi untuk pemeriksaan. Kami berharap hasil dari pemeriksaan laboratorium bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan penyebab kematian satwa dilindungi ini," ungkap Fifin.

Fifin juga menyampaikan kesedihan yang mendalam bagi dunia konservasi. Tidak hanya karena seekor induk gajah bunting yang tergeletak tegang dan mati. Tapi anak dalam kandungannya juga tidak terselamatkan. Padahal berdasarkan pemeriksaan tim dokter BBSKDA, gajah berusia sekitar 25 tahun ini akan segera melahirkan dalam hitungan hari sebelum kematiannya.

Terkait kematian gajah yang berada di kawasan konservasi, Fifin enggan berspekulasi, terutama terkait adanya isu bahwa gajah tersebut mati karena diracun. Pihaknya akan menunggu uji laboratorium. Namun saat pemeriksaan Fifin menyebutkan, dalam perut gajah juga ditemukan buah nanas. Hal itu juga akan menjadi objek pemeriksaan.

"Kami bersama kepolisian akan melakukan upaya hukum, melakukan penyelidikan terkait kematian satwa gajah ini. Dari hasil nekropsi memang tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Namun gajah mengeluarkan darah dari hidung, mulut dan telinga," ujarnya.(end)

 

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Kementerian Agama Gandeng BPJS Lindungi Dai 3T di Riau

Kemenag, Baznas, dan BPJS Ketenagakerjaan beri perlindungan JKK dan JKM bagi dai 3T di Riau…

21 jam ago

Agung Nugroho Targetkan 5.000 Warga Ramaikan Petang Belimau

Pemko Pekanbaru targetkan 5.000 warga ikuti Petang Belimau, lepas 10.000 bibit patin di Sungai Siak…

21 jam ago

Pemuda Padel Hadirkan Lapangan Super Panoramik di Pekanbaru

Pemuda Padel resmi hadir di Pekanbaru dengan lima lapangan standar internasional dan program latihan bersama…

21 jam ago

Imlek 2026, JNE Hadirkan Barongsai dan Banjir Promo hingga 77 Persen

JNE rayakan Imlek 2577 dengan barongsai, bagi angpau, dan promo ongkir hingga 77 persen, termasuk…

22 jam ago

Honda Bikers Fun Motour Camp 2026, Touring Seru Plus Edukasi Safety

Honda Bikers Fun Motour Camp 2026 di Kampar diikuti 100 bikers Hobiku, padukan touring, camping,…

22 jam ago

Jantung hingga Kanker, Biaya Penyakit Kronis Tembus Rp50 Triliun

BPJS Kesehatan keluarkan Rp50,2 triliun untuk 59,9 juta kasus penyakit kronis sepanjang 2025, jantung tertinggi.

22 jam ago