PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada masyarakat (LPPM) Institut Bisnis dan Teknologi (IBT) Pelita Indonesia ditunjuk sebagai lembaga yang mengelola,mengembangkan dan menyusun strategi dalam penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Salah satu prestasi terbaru dari LPPM adalah mengantarkan kinerja penelitian IBT Pelita Indonesia naik kelas menjadi madya.
Hal itu membuat beberapa perubahan yang signifikan terhadap pola dan skema penelitian yang dapat dilakukan oleh para dosennya. Dikatakan Ketua LPPM IBT Pelita Indonesia, Dr Yenny Desnelita SKom MKom, pihaknya juga akan mengadakan workshop penyusunan proposal hibah penelitian dan pengabdian secara online. "Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 21 Oktober 2020, dengan menghadirkan nara sumber Prof Dr Ratni Prima Lita SE MM, dari Universitas Andalas. Workshop diikuti oleh 20 orang dosen yang telah menyiapkan proposal penelitian dan pengabdiannya untuk direview oleh nara sumber," ujarnya.
Kegiatan workshop ini merupakan kegiatan rutin. Ke depannya, pimpinan IBT Pelita Indonesia berharap, agar kinerja penelitian dan pengabdian IBT Pelita Indonesia dapat naik ke klaster yang lebih tinggi.(lim)
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.
Pemkab Inhu menggratiskan tiket masuk, parkir, dan tempat jualan di Wisata Danau Raja Rengat selama…
Polres Kampar menangkap tiga terduga pelaku pencurian empat ekor sapi milik warga Kuok dengan kerugian…
Penjualan kambing kurban di Pekanbaru masih lesu saat Iduladha. Pedagang mengaku pembeli tahun ini menurun…
Bapenda Pekanbaru menggelar razia pajak kendaraan dan menemukan banyak kendaraan menunggak pajak hingga tiga tahun.
Pemprov Riau menetapkan Muhammad Haris sebagai Direktur PT SPR dan Sri Irianto sebagai komisaris melalui…