Categories: Pekanbaru

Truk Besar Masih Lewati Jalan dalam Kota di Siang Hari

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Meski kerap dilakukan penindakan terhadap kendaraan bermuatan besar yang melintasi badan jalan dalam Kota Pekanbaru di luar waktu yang diperbolehkan, namun hal tersebut tak membuat para pengendara truk bertonase besar tidak melintasi jalan dalam kota.

Pantauan Riau Pos, Kamis (25/7) di Jalan HR Soebrantas, masih tampak sejumlah truk bermuatan besar melintas dengan santainya di badan jalan yang didominasi oleh kendaraan pribadi masyarakat tersebut.

Bahkan sesekali, suara klakson mobil yang cukup keras dari balik mobil truk besar tersebut kerap membuat kaget pengendara motor dan mobil yang ada di depannya, yang justru dapat membahayakan keselamatan pengendara yang melintas.

Salah seorang pengendara motor Muhammad Fikri mengaku sangat kesal dengan keberadaan kendaraan truk tersebut yang kerap melintasi badan jalan kota khususnya di Jalan HR Soebrantas dan Jalan Soekarno Hatta ujung menuju Jalan Kaharuddin Nasution.

Minimnya pengawasan dari instansi terkait terhadap mobil truk bertonase besar membuat para supir truk merasa bebas melintasi jalan dalam kota meskipun di jam padat arus lalu lintas.

”Pengawasan minim, tak ada sangsi tegas yang dikasih kepada sopir, makanya mereka dengan bebas masuk ke jalan kota. Kalau ada kendaraan bermotor menghalangi jalannya suara klakson yang cukup keras selalu dibunyikan dan membuat kaget kami pengendara, ini jelas membahayakan keselamatan kami,” katanya.

Apalagi belum lama ini, seorang pengendara motor di Jalan Soekarno Hatta yang kaget mendengar suara klakson mobil truk tersebut mengalami kecelakaan lalulintas sehingga kendaraannya masuk ke dalam kolong mobil.

”Kami tidak mau apa yang terjadi pada pengendara motor beberapa hari yang lalu terjadi juga ke kami. Hanya karena kaget dengar suara klakson mobil truk besar itu kecelakaan di jalan dan motornya ringsek dikolong mobil. Entah benar itu kejadiannya yang jelas keberadaan truk bermuatan besar itu sangat membahayakan keselamatan pengendara yang melintas di jalan dalam kota,” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh pengendara motor lainnya Aldi yang mengaku merasakan kekesalan yang sama dengan pengendara motor dan mobil lainnya.

Ia mempertanyakan ketegasan pemerintah dalam menertibkan keberadaan truk bermuatan besar tersebut yang seharusnya tidak dibenarkan melintas jalan dalam kota, karena akan membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

”Pemerintah seharusnya serius menangani masalah ini. Masa harus tunggu ada korban jiwa baru mereka melarang keberadaan mobil truk itu, kalau tidak ada kejadian dibiarkan saja,” ucapnya.(ayi)

Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Kota

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

5.000 Mangrove Ditanam di Desa Penyengat Pesisir Siak, Warga Bergerak Sebelum Abrasi Makin Parah

Warga Penyengat, Siak, menanam 5.000 mangrove secara swadaya untuk melindungi pesisir dari abrasi dan menjaga…

5 jam ago

Pamit Keluar Rumah, Gadis 19 Tahun di Pekanbaru Tak Bisa Dihubungi

Tsabita Salsabila, 19 tahun, dilaporkan hilang di Pekanbaru. Ponselnya terakhir terdeteksi di Jalan Swakarya setelah…

5 jam ago

Gempa M7,7 Hantam NTT, 20 Orang Meninggal dan 2 Masih Tertimbun

Gempa M7,7 mengguncang NTT dan menewaskan 20 orang. Enam warga luka-luka dan dua lainnya masih…

5 jam ago

Mobil Konsumen Terbakar Saat di SPBU Pelalawan, Pertamina Amankan Lokasi dan Periksa CCTV

Kendaraan konsumen terbakar di SPBU Bandar Petalangan, Pelalawan. Pertamina menghentikan operasional sementara dan masih menyelidiki…

6 jam ago

SMAN 1 Bangkinang Juara HSBL 2026, SMAN Plus Riau Takluk 60-45 di Final

SMAN 1 Bangkinang kembali juara HSBL 2026 Seri Bangkinang usai menaklukkan SMAN Plus Riau dengan…

6 jam ago

3 Hektare Lahan Gambut di Kampar Terbakar, Petugas Masih Berjuang Padamkan Api

Tiga kebakaran lahan terjadi di Kampar hingga Sabtu sore. Petugas gabungan masih menangani lahan gambut…

7 jam ago