Categories: Pekanbaru

Jalan Agus Salim Kembali Diramaikan PKL

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kondisi Jalan Agus Salim saat ini kembali diramaikan oleh pedagang kaki lima (PKL). Padahal sebelumnya Pemko Pekanbaru dengan kekuatan penuh sudah melakukan penertiban dan berangan-angan ingin menjadikan lokasi tersebut sebagai pusat kuliner, taman kreatif, dan kawasan tertib lalu lintas.

 

Kondisi ini pun mendapat kritikan dari Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Dapot Sinaga. Dia menilai, penertiban yang sudah dilakukan meski berjalan tidak mulus karena mendapatkan perlawanan dari PKL, namun saat ini Jalan Agus Salim disebutkan kembali ke format awal alias semrawut.

"Pengawasan Pemko ini seperti angek-angek taik ayam. Percuma saja kemarin dilakukan penertiban, dan pedagang pun sebenarnya sudah siap pindah dengan solusi, namun akhirnya sekarang sudah kembali seperti semula, semrawut," ujar Dapot kepada wartawan, kemarin.

Disebutkan Dapot, kembalinya PKL berjualan di Jalan Agus Salim menunjukkan Pemko belum mampu konsisten mengelola Jalan Agus salim.

Ditegaskan Dapot lagi, semestinya kerja keras saat penertiban itu diiringi solusi yang baik bagi pedagang, dan juga harus ada koordinasi antar OPD, serta harus dilakukan pengawasan dan pembinaan terhadap seluruh pedagang.

"Untuk masalah ini, kami akan agendakan pemanggilan Disperindag dan juga Satpol PP dalam waktu dekat ini," sebut Dapot.

Menurut Dapot, perencanaan kawasan Jalan Agus Salim itu bagus, karena mengembalikan fungsi jalan dan mengakomodir UKM, dan pedagang pun dapat ditata dengan baik. Tapi, karena antar OPD tidak saling support maka kawasan itu kembali semrawut. "Ini harus dipertanggungjawabkan oleh pemko," pintanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru Ahmad Ingot Hutasuhut saat dikonfirmasi terkait keberadaan PKL di Jalan Agus Salim mengatakan, bahwa hal itu untuk sementara memang demikian peruntukannya. Para pedagang menurutnya memang dibenarkan untuk berdagang pada pagi harinya.

"Memang ada kesepakatan bahwa pagi itu pasar seperti biasa, itu sampai pukul 09.00 WIB. Itu ada SK Wali Kotanya. Nah, malam harinya adalah pasar kuliner yang tertata sesuai rencana awal, walaupun saat ini belum begitu berkembang sesuai harapan," kata Ingot.

Terkait keluhan masyarakat di mana pasar tumpah itu kembali membuat macet dan tidak tertata dengan baik, Ingot meminta para pedagang agar komitmen sesuai kesepakatan. Bila terus dikeluhkan, dirinya berharap instansi terkait di bidang penegakan aturan, agar mengambil sikap untuk melakukan penertiban.(gus)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tebar Kebaikan di Ramadan, The Zuri Pekanbaru Gelar Sahur On The Road

Rayakan anniversary ke-7, The Zuri Pekanbaru berbagi sahur kepada masyarakat melalui program Sahur On The…

22 jam ago

Malam 7 Likur Bersinar, Festival Lampu Colok Bengkalis Dipadati Pengunjung

Festival Lampu Colok Bengkalis 1447 H resmi dibuka Bupati Kasmarni, ribuan warga antusias menyaksikan tradisi…

23 jam ago

Libur Nyepi dan Lebaran, Layanan Imigrasi Bengkalis Disesuaikan

Imigrasi Bengkalis menutup layanan administrasi 18–24 April 2026. Masyarakat diminta mengurus paspor sebelum 17 Maret

2 hari ago

Pos Mudik Simpang Pokok Jengkol Ramai Dikunjungi Warga

Pos Pelayanan Mudik Polres Bengkalis di Simpang Pokok Jengkol, Duri, ramai dikunjungi warga dan menjadi…

2 hari ago

Disnakertrans Riau Terima 20 Aduan THR

Disnakertrans Riau menerima 20 pengaduan THR dari pekerja. Sebanyak 17 laporan masih dalam proses penanganan.

2 hari ago

Tekanan Fiskal, Pemkab Siak Tetap Prioritaskan Kebutuhan Masyarakat

Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan pemerintah daerah tetap hadir di tengah masyarakat meski menghadapi tekanan…

2 hari ago