Categories: Pekanbaru

Wali Murid Bertahan di SMAN 8 hingga Tengah Malam

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Puluhan wali murid yang mendaftarkan anaknya di SMAN 8 Pekanbaru bertahan hingga larut malam untuk memastikan anak-anaknya masuk dalam kuota zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Kamis (25/6) malam. Mereka yang merupakan warga sekitar dalam lingkup zona sekolah tersebut ingin agar aturan PPDB soal jalur zonasi tersebut ditegakkan dengan baik. Sebab, mereka khawatir ada kecurangan dalam proses PPDB kali ini.

"Kami khawatir yang warga sini malah nggak dapat kuota untuk zonasi ini. Sebab kami takutkan banyak warga yang hanya mengandalkan surat domisili bisa diterima," ungkap Devi, seorang wali murid kepada Riau Pos, Kamis (25/6) malam.

Devi bersama puluhan wali murid lain kukuh untuk bertahan dan menggiring hal ini. Mereka sampai rela menduduki lingkungan sekolah itu hingga larut malam pukul 00.00 WIB. SMAN 8 Pekanbaru dinilai merupakan salah satu sekolah favorit di Pekanbaru

"Tujuan kami bertahan ini agar zonasi ini benar-benar ditegakkan, kami ingin memperjuangkan kembali ke aturan KK minimal satu tahun yang bisa mendaftar karena zonasi, kami berjuang untuk hak kami dalam jalur zonasi ini," tuturnya.

Pantauan Riau Pos di lokasi, wali murid yang didominasi oleh kaum ibu-ibu tersebut masih tetap bertahan hingga larut malam. Mereka mengaku bakal bertahan hingga sekolah negeri itu ditutup. "Sampai sekolah ditutup nanti baru kami pulang," ujarnya.

Meskipun pengumuman hasil PPDB di SMA Negeri 8 Pekanbaru tersebut bakal diumumkan keesokan harinya, namun semangat mereka tak surut untuk memperjuangkan hak dan mengawal proses PPDB SMAN 8 Pekanbaru tersebut.

 

Protes warga sekitar terhadap proses PPDB itu rupanya sudah berlangsung sejak kemarin pagi. Bahkan sejumlah anggota DPRD Riau juga sempat turun melakukan inspeksi mendadak ke sekolah tersebut. Sementara itu, keramaian warga di lingkungan sekolah ini juga turut mendapat pengawalan dari pihak kepolisian dan anggota TNI yang bertugas sebagai Babinsa setempat. Sedangkan pantauan di lapangan, tidak ada pihak sekolah yang berada bersama para wali murid di lokasi tersebut, hanya tampak petugas keamanan yang berjaga di lokasi hingga larut malam.

Daftar ke Sekolah Lain, Tak Perlu Cabut Berkas
Para calon siswa yang tidak diterima di sekolah yang dituju, tidak perlu mencabut berkas pendaftarannya untuk mendaftar ke sekolah lain. Calon siswa tersebut dipersilakan untuk langsung mendaftar saja ke sekolah lain. Hal itu disampaikan Ketua Panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Dinas Pendidikan Guntur, Kamis (25/6). Pasalnya, jika calon siswa yang sudah melakukan PPDB secara online tidak diterima di sekolah yang dituju, maka akan langsung terdata pada sistem.

"Tidak perlu cabut berkas. Kalau sudah ditolak itu akan langsung terdata di sistem, jadi tidak perlu tarik berkas. Langsung mendaftar ke sekolah lain saja," katanya.(*1/sol)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

15 jam ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

16 jam ago

Sempat Disembunyikan, Toyota Land Cruiser Bupati Kuansing Akhirnya Tiba di Rupbasan KPK

Toyota Land Cruiser 300 GR-S yang diduga terkait kasus suap Bupati Kuansing tiba di Rupbasan…

16 jam ago

Kasus Dugaan Pimpinan Ponpes dan Santri di Kuansing Berakhir Damai, Polisi Tetap Lakukan Pendalaman

Kasus dugaan pimpinan ponpes menjalin hubungan dengan santri hingga memiliki anak menghebohkan Kuansing. Polisi menyebut…

16 jam ago

Diduga Sopir Microsleep, Bus Tabrak Truk di Tol Pekanbaru-Dumai, 2 Tewas

Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…

2 hari ago

KM Gading 2 Tenggelam di Perairan Tanjung Buton, 3 Tewas dan 1 Masih Hilang

Tiga orang meninggal dunia, satu hilang, dan tiga selamat setelah KM Gading 2 tenggelam di…

2 hari ago