Categories: Pekanbaru

Pemko Bahas Kedatangan Imigran Rohingya

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Kota Pekanbaru akan kedatangan imigran Rohingya yang sebelumnya sempat tinggal di Bireuen, Aceh. Ada sekitar 155 orang imigran berkemungkinan direlokasi ke Pekanbaru.

Dipaparkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pekanbaru Zulfahmi Adrian, Kamis (24/3), Pemko Pekanbaru sudah disurati oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) terkait pemindahan imigran Rohingya ini.

"Kami rapat dengan Forkopimda menyikapi itu. Kami sudah disurati Kemenkumham," kata dia, kemarin.

Di Pekanbaru, imigran kerap mendapatkan sorotan masyarakat. Terutama di awal tahun 2022 ini, demonstrasi kerap dilakukan imigran menuntut penempatan ke negara tujuan. Demonstrasi sempat bertambah besar ketika salah seorang imigran meninggal dunia akibat bunuh diri.

Zulfahmi me­nyebutkan, imigran yang kerap menggelar demonstrasi itu adalah yang berasal dari Afganistan. Sementara yang akan direlokasi dari Bireuen adalah dari Myanmar.

"Karena dia kan pengungsi Myanmar, bukan Afganistan. Tipikal antara dua pengungsi ini berbeda jauh. Yang selama ini sering unjuk rasa itu dari Afganistan. Pertimbangan kemanusiaan, kita wajib membantu. Karena mereka kan lari dari negaranya karena persekusi," urainya.

Imigran asal Rohingya berjumlah sekitar 114 orang terdampar awal Maret lalu di Aceh. Mereka lalu diusir warga dari penampungan darurat di Desa Alue Buya Pasie, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, karena urung direlokasi. Untuk sementara imigran tersebut ditampung di Kantor Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen.

Zulfahmi ketika ditanyakan ba­gaimana sikap Pemko Pekanbaru, mengingat imigran Rohingya ini diusir oleh warga dari Bireuen, dia menyebutkan sudah ada analisa terkait itu.

"Pemerintah bicara negara, bukan lokal. Sudah ada pertimbangan dari Kemenkopolhukam sudah menganalisa itu, sehingga keluar surat pada kita, kita bersedia menerima," jawabnya.

Menyikapi surat itulah pertemuan bersama Forkopimda digelar, juga disampaikan pada Wali Kota (Wako) Pekanbaru Dr H Firdaus ST MT.

"Apabila disetujui kami siapkan segala sesuatunya. Koordinasi dengan semua lembaga terkait.  Kalau kami tidak menerimanya, tentu ada alasan juga. Itu sekitar 155 orang. Intinya, tunggu persiapan pemda. Kalau memang kami terima, kami siapkan tempat dan lainnya. Apakah di fasilitas pemerintah yang ada atau ada akomodasi tertentu," katanya.(yls)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Kasus Suap Jabatan Kuansing Naik ke Penuntutan, Dua Tersangka Segera Disidang

KPK menyerahkan Zulkarnain dan Ardiles ke jaksa dalam kasus suap jabatan Kuansing. Penyidikan masih dikembangkan…

2 hari ago

Dihadiri 5.133 Mahasiswa Baru, PBAK UIN Suska Riau Tekankan Kepemimpinan Muda

Sebanyak 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau mengikuti PBAK 2026 dengan pembekalan kepemimpinan, karakter, integritas…

2 hari ago

Bakar Ranting Pakai Mancis, Warga Kampar Jadi Tersangka Karhutla 15 Hektare

Polsek Tambang menetapkan NU sebagai tersangka karhutla 15 hektare di Rimbo Panjang setelah penyidik menemukan…

2 hari ago

Pengendara Wajib Tahu! Akses Masuk Tol Pekanbaru-Dumai Resmi Berubah

Akses masuk Tol Pekanbaru-Dumai dialihkan ke Pintu Tol Bypass Pekanbaru mulai 28 Agustus 2026 karena…

2 hari ago

Bukan Sekadar Lomba, Pacu Sampan 17 Agustus di Sungai Apit Punya Cerita Sendiri

Pacu sampan Sungai Apit menjadi tradisi kemerdekaan yang menyatukan warga, menggerakkan UMKM, dan terus dijaga…

3 hari ago

Pemerintah Buka Peluang PPPK Guru Jadi ASN, Rohil Masih Tunggu Regulasi

Peluang PPPK guru menjadi ASN mendapat respons BKPSDM Rohil. Pemkab masih menunggu regulasi resmi sebelum…

3 hari ago